Taliban Klaim 400 Tewas dalam Serangan Udara Pakistan di Kabul, Islamabad Bantah

- Selasa, 17 Maret 2026 | 13:15 WIB
Taliban Klaim 400 Tewas dalam Serangan Udara Pakistan di Kabul, Islamabad Bantah

Ledakan dahsyat mengguncang Kabul pada Senin malam. Menurut keterangan pemerintah Taliban, serangan udara yang dilancarkan militer Pakistan itu menghantam sebuah rumah sakit khusus pecandu narkoba. Korban jiwa yang diumumkan sungguh mengerikan: sedikitnya 400 orang tewas.

Namun begitu, pihak Pakistan dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Mereka menyebut klaim dari Kabul itu "palsu" dan hanya bermaksud menyesatkan publik. Dalam pernyataannya, Pakistan mengaku hanya menarget instalasi militer di Kabul dan provinsi Nangahar pada hari itu.

Kejadiannya sekitar pukul sembilan malam waktu setempat. Hamdullah Fitrat, wakil juru bicara Taliban, menyebut serangan itu menyasar Rumah Sakit Perawatan Kecanduan Omar.

"Sayangnya, jumlah korban tewas sejauh ini mencapai 400 orang, sementara sekitar 250 orang lainnya dilaporkan terluka," tulis Fitrat di media sosial X.

Ia menambahkan, tim penyelamat masih berjibaku di lokasi. Mereka berusaha memadamkan api dan mencari jenazah yang mungkin masih tertimbun. Rumah sakit yang punya kapasitas 2.000 tempat tidur itu dilaporkan hancur sebagian besar.

Rekaman dari televisi lokal memperlihatkan suasana mencekam. Nampak petugas pemadam berjuang keras di tengah tumpukan reruntuhan yang masih membara.

Seorang saksi mata, Omid Stanikzai, mendengar suara jet berpatroli di angkasa sebelum semuanya meledak. Stanikzai yang berusia 31 tahun dan bekerja sebagai petugas keamanan di RS itu bercerita kepada AFP.

"Ada unit-unit militer di sekitar kami. Ketika unit-unit militer ini menembaki jet tersebut, jet itu menjatuhkan bom dan kebakaran pun terjadi," katanya.

Dia menegaskan satu hal: semua yang menjadi korban dalam insiden ini adalah warga sipil. Tidak ada yang selamat dari kalangan militer.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar