Longsor di Banjarnegara Tewaskan? 179 Jiwa Mengungsi, Ini Data Terkini

- Minggu, 16 November 2025 | 19:18 WIB
Longsor di Banjarnegara Tewaskan? 179 Jiwa Mengungsi, Ini Data Terkini
Longsor di Banjarnegara: 179 Jiwa Mengungsi ke Pendopo Pandanarum

Longsor di Banjarnegara: 179 Jiwa Mengungsi ke Pendopo Pandanarum

Sebuah bencana tanah longsor melanda Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Kejadian ini berlangsung pada hari Minggu siang, tepatnya sekitar pukul 13.30 WIB.

Akibat insiden ini, sebanyak 179 jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi untuk sementara waktu ke Pendopo Kecamatan Pandanarum guna menjamin keselamatan.

Tanggapan Cepat BPBD Banjarnegara

Menanggapi kejadian ini, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjarnegara, Aji Piluroso, menyatakan bahwa Tim Reaksi Cepat lembaganya telah segera diterjunkan ke lokasi bencana. Tugas utama tim adalah melakukan asesmen dan kajian cepat untuk menentukan langkah penanganan lebih lanjut.

"Hingga pukul 16.35 WIB, data sementara mencatat 179 jiwa telah mengungsi. Berita baiknya, hingga saat ini belum ada konfirmasi mengenai korban jiwa dalam peristiwa ini," jelas Aji Piluroso.

Data Kerusakan Masih Diproses

BPBD Banjarnegara juga menyampaikan bahwa informasi detail mengenai jumlah rumah yang rusak atau tertimbun material longsor masih dalam proses pendataan. Laporan final mengenai tingkat kerusakan properti warga belum dapat dipastikan.

Kronologi Kejadian dari Video yang Beredar

Kronologi musibah tanah longsor di Banjarnegara terekam dalam beberapa video yang beredar. Salah satu video berdurasi 26 detik menunjukkan detik-detik warga berlarian menyelamatkan diri saat material tanah dan batuan dari bukit di dekat permukiman mulai meluncur.

Video lain yang berdurasi lebih pendek, 13 detik, memperlihatkan kondisi sebuah bangunan rumah yang sudah tertimbun tanah. Dalam rekaman tersebut, terdengar narasi yang menyebutkan bahwa pergerakan tanah masih terus terjadi pasca longsor pertama, mengindikasikan kondisi tanah yang belum stabil.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar