Harga Emas Naik Akhir Pekan, Tapi Catat Penurunan Mingguan Pertama dalam Sebulan

- Senin, 09 Maret 2026 | 07:10 WIB
Harga Emas Naik Akhir Pekan, Tapi Catat Penurunan Mingguan Pertama dalam Sebulan

Pekan lalu, harga emas dunia berakhir dengan kenaikan pada sesi Jumat (6/3). Pemicunya adalah data ketenagakerjaan AS yang ternyata lebih lemah dari perkiraan. Hal ini kembali meniupkan angin harapan bahwa The Fed mungkin akan memangkas suku bunga. Tapi, jangan salah. Secara keseluruhan, emas justru mencatatkan penurunan mingguan pertamanya dalam lima pekan terakhir. Penguatan dolar AS-lah yang disebut-sebut menahan laju kenaikan si logam kuning ini.

Pada penutupan Jumat, harga emas spot melonjak 1,77 persen ke level USD 5.171,06 per troy ons. Namun begitu, secara mingguan, posisinya masih terpangkas 2,06 persen. Lalu, ke mana arah emas selanjutnya?

Sentimen pasar tampaknya masih terbelah. Survei Emas Mingguan Kitco News mengungkapkan, para pelaku di Wall Street belum satu suara soal prospek jangka pendek emas. Di sisi lain, optimisme investor ritel justru kembali ke level rata-rata setelah harga melemah sepanjang pekan. Sepertinya, pelemahan itu malah dilihat sebagai kesempatan beli oleh sebagian orang.

James Stanley, analis senior pasar di Forex.com, termasuk yang masih optimis.

“Saya tetap mempertahankan bias bullish meskipun pekan ini cukup berat. Level dukungan USD 5.000 pada emas spot sejauh ini bertahan dengan baik, dan menurut saya ini bisa menjadi peluang nilai yang menarik menjelang pekan ini,” ujarnya.

Pandangan serupa datang dari Darin Newsom, analis pasar senior di Barchart.com. Ia dengan tegas menyebut "Naik."

“Akan ada aksi jual, seperti yang baru-baru ini terjadi, bahkan dalam skala yang sangat luas. Namun, hal itu tidak mengubah fakta bahwa pasar masih berada dalam tren naik jangka panjang,” tutur Newsom.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar