Ketua Banggar DPR Desak Pemerintah Tunda Proyek Tidak Mendesak untuk Pertebal Cadangan Fiskal

- Kamis, 12 Maret 2026 | 15:35 WIB
Ketua Banggar DPR Desak Pemerintah Tunda Proyek Tidak Mendesak untuk Pertebal Cadangan Fiskal

Di Gedung Nusantara II, Senayan, suara Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah terdengar jelas. Ia mendesak pemerintah untuk segera mempertajam program prioritas dalam RAPBN 2026. Tujuannya satu: mempertebal bantalan fiskal negara.

Latar belakangnya adalah situasi geopolitik Timur Tengah yang memanas. Dengan ketegangan antara AS-Israel dan Iran yang masih berlangsung, Said merasa cadangan kas negara harus jadi perhatian utama. “Agar tidak berlarut-larut, alangkah baiknya pemerintah melakukan penajaman program terhadap prioritas,” ujarnya pada Kamis (12/3/2025).

Menurutnya, tak semua program harus dipaksakan berjalan bersamaan.

“Yang memang mendesak, wajib terus dilakukan. Terhadap program-program prioritas yang tidak begitu mendesak, bisa dilakukan tahun jamak,” kata Said.

Ia memberi contoh nyata. Pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, misalnya, dinilainya bisa ditahan dulu. Logikanya sederhana: proyek semacam itu kan biasanya memang multi-tahun. Dengan menundanya sementara, pemerintah punya ruang untuk mengamankan dana cadangan.

“Toh faktanya tol itu juga tahunnya tahun jamak. Sehingga pemerintah bisa mempertebal kantong cadangan pemerintah untuk jaga-jaga,” tegasnya.

Poin penting: penundaan ini bukan pembatalan. Ini murni strategi. Agar pemerintah punya ‘kantong tebal’ untuk menghadapi situasi global yang sulit ditebak.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar