Pramono Anung Akan Kembangkan Lahan Eks BPSDM di Segitiga Emas Jakarta Tanpa APBD

- Kamis, 11 Juni 2026 | 12:30 WIB
Pramono Anung Akan Kembangkan Lahan Eks BPSDM di Segitiga Emas Jakarta Tanpa APBD

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mengembangkan lahan bekas Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) di Karet Kuningan, Jakarta Selatan, dengan menggandeng pihak swasta. Lahan seluas 2,4 hektare itu dinilai memiliki nilai strategis tinggi karena berada di kawasan Segitiga Emas Jakarta, pusat bisnis dan perkantoran ibu kota.

Pramono menyebutkan bahwa aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Ia mencontohkan potensi lahan yang diapit dua jalan utama, yakni Casablanca dan Rasuna Said, serta dikelilingi pusat perkantoran, hunian, perbelanjaan, hingga pusat gaya hidup.

"Sebagai contoh hari ini, kebetulan pagi ini dari kemarin ketika acara di Jakarta Knowledge Hub, saya melihat tempat ini dan sudah mendapatkan laporan sebelumnya bahwa aset yang dimiliki BPSDM ini luasnya 2,4 hektare, berada di dua jalan utama," ujar Pramono saat meninjau lokasi, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, lokasi premium itu diyakini mampu menarik minat banyak investor. Kawasan tersebut, kata dia, merupakan segitiga emas Jakarta yang menjadi pusat perkantoran, perbelanjaan, hunian, rekreasi, dan gaya hidup.

"Saudara-saudara sekalian yang melihat di lapangan ini, ini adalah aset yang betul-betul premium karena lokasinya di segitiga emas Jakarta sebagai tempat pusat perkantoran, perbelanjaan, kemudian hunian, rekreasi, gaya hidup di Jakarta," katanya.

Lahan eks BPSDM itu rencananya akan dikembangkan menjadi kawasan multifungsi. Fasilitas yang bakal dibangun meliputi pusat pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE), hotel, perkantoran, apartemen, serta ruang penunjang gaya hidup.

Pramono menegaskan bahwa pengembangan lahan tersebut tidak akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sebagai gantinya, pemprov akan menerapkan skema pembiayaan kreatif dengan membuka kerja sama investasi dari pihak swasta.

"Sehingga, dengan demikian kami tidak akan menggunakan dana APBD untuk mengembangkan, kita lakukan creative financing membuka kerja sama dengan private untuk membangun di tempat ini," jelasnya.

Ketertarikan investor terhadap proyek ini mulai terlihat. Pramono mengungkapkan bahwa meskipun pengumuman resmi belum dilakukan, sudah ada tujuh pihak yang menyatakan minat untuk membangun di lahan tersebut.

"Bahwa begitu kita umumkan, walaupun belum secara resmi diumumkan. Sudah ada tujuh peminat untuk membangun di tempat ini," tambahnya.

Skema kerja sama yang ditawarkan berupa pembangunan oleh pihak swasta dengan masa kerja sama awal selama 30 tahun. Perjanjian itu dapat diperpanjang hingga 80 tahun sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

"Jangka waktu kerja sama awal tentunya 30 tahun, diberikan kesempatan perpanjangan 20 tahun. Sehingga, 50 tahun kemudian kalau sama-sama ingin diperpanjang masih ada ruang kurang lebih 30 tahun. Sehingga total kerja sama di tempat ini bisa 80 tahun secara by law," paparnya.

Pramono menargetkan proses penjaringan mitra dilakukan secara terbuka dan keputusan dapat diambil dalam waktu dekat. Ia optimistis lokasi tersebut tidak memiliki persoalan tumpang tindih lahan dan berada di kawasan premium Jakarta.

Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan meminta agar pengembang tetap menyediakan ruang terbuka hijau sejak tahap perencanaan. "Segera diumumkan secara terbuka paling lama bulan Agustus, kita sudah harus memutuskan siapa yang akan mengerjakan kerja sama di tempat ini," pungkasnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar