Kalimat itu meluncur dari Presiden Prabowo Subianto, bukan di ruang rapat yang serius, melainkan di tengah kemeriahan Perayaan Natal Nasional 2025. Acara yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin malam (5/1/2026) itu, justru menjadi panggung baginya untuk menyentil sebuah fenomena yang kerap kita jumpai.
Ya, fenomena para ‘pakar’ yang dengan mudahnya berkomentar di berbagai platform.
Menurut Prabowo, banyak dari mereka yang sekadar asal bicara. Sindirannya terasa cukup personal. Ia mengaku kerap menemukan orang-orang yang mengklaim paham betul jalan pikirannya.
Ucapnya disambut riuh hadirin. Ia lalu menirukan omongan para ‘pakar’ itu: soal konflik internal, ini-itu. “Senangnya ramai, gaduh, padahal nggak ada saudara-saudara,” tambahnya, melepas senyum.
Artikel Terkait
Wagub Babel Diperiksa Bareskrim, Ijazah Diklaim Cuma Belum Dilegalisir
Ketika Algoritma Menjadi Hakim Cinta: Red Flag yang Menggerus Relasi Manusia
TikTokable atau Tidak? Destinasi Hits 2026 dan Trik Simpan Video Tanpa Watermark
Pemulihan Aceh dan Sumatera: Ekonomi Kreatif dan Klinik UMKM Jadi Ujung Tombak