Trucha Bertekad Ubah Nasib PSM di Paruh Kedua Super League

- Sabtu, 17 Januari 2026 | 20:00 WIB
Trucha Bertekad Ubah Nasib PSM di Paruh Kedua Super League

MAKASSAR Putaran pertama Super League 2025/2026 sudah usai. Bagi PSM Makassar, fase itu lebih dari sekadar kumpulan pertandingan; ia jadi bahan evaluasi yang cukup pahit. Performa Juku Eja jauh dari harapan, dan itu membuat Tomas Trucha, sang pelatih kepala, harus berpikir keras. Sekarang, ia menatap paruh kedua musim dengan satu kata kunci: perubahan.

Di sisi lain, Trucha ternyata masih punya optimisme. Pelatih asal Republik Ceko itu yakin, jeda kompetisi ini justru jadi berkah. Waktu jeda itu ia anggap sebagai ruang untuk bernapas, memulihkan kondisi, dan yang paling penting membenahi fondasi tim yang tampak goyah.

“Saya percaya kami punya waktu untuk pemulihan dan memulai dengan kuat di putaran kedua,” ujar Tomas Trucha dalam konferensi pers, Jumat (9/1/2026).

Optimisme itu tentu punya alasan, meski harus diakui situasinya tak mudah. Sepanjang putaran pertama, PSM terlihat belum menemukan ritme. Mereka cuma bisa duduk di peringkat 12 klasemen sementara. Catatannya? Cuma empat kemenangan, diselingi tujuh imbang dan enam kekalahan.

Yang bikin runyam, tren mereka menuju jeda justru negatif. Empat laga terakhir berujung kekalahan beruntun. Itu sinyal jelas: ada yang salah dengan struktur tim, dan masalah itu butuh perbaikan secepatnya.

Soal performa, masalahnya kompleks. Serangan kerap mandek, kurang produktif. Sementara lini belakang, di momen-momen genting, kerap kehilangan konsentrasi. Ketimpangan antar sektor itu terlihat jelas di lapangan.

Belum lagi beban lain: sanksi FIFA. Hukuman itu masih membayangi dan membatasi gerak klub di pasar transfer. Mau cari pemain baru? Prosesnya tak akan mudah, bahkan untuk sekadar mendaftarkan mereka secara resmi.

Namun begitu, Tomas Trucha berusaha tenang. Ia memilih untuk percaya pada skuad yang ada sekarang. Baginya, masalah utama bukan soal jumlah pemain, tapi bagaimana menciptakan keseimbangan dan efektivitas dalam permainan.

“Saya senang dengan skuad yang kami miliki sekarang. Yang ingin kami lakukan adalah mencoba menyeimbangkan tim,” ucap Trucha.

Tapi jangan salah. Di balik pernyataan yang terdengar normatif itu, ada sinyal kuat bahwa PSM tidak akan berdiam diri. Trucha sendiri secara terbuka mengakui, mereka butuh tambahan tenaga asing. Tujuannya jelas: meningkatkan kualitas dan daya saing tim di paruh musim nanti.

Rencana itu, kata pelatih 44 tahun itu, sudah masuk agenda. Hanya saja, eksekusinya masih terganjal sanksi yang belum jelas kapan berakhir.

“Kami tentu ingin menambah pemain asing. Itu bagian dari rencana kami ke depan,” tegasnya.

Pernyataan itu bukan omong kosong. Menurut sejumlah informasi, manajemen PSM memang sudah mulai menjajaki dan berkomunikasi dengan beberapa calon pemain asing. Mereka seperti menunggu lampu hijau, sambil bersiap jika waktunya tiba.

Jadi, paruh kedua musim ini bukan sekadar lanjutan biasa. Bagi PSM, ini adalah ujian nyata atas arah kebijakan klub. Di tengah segala keterbatasan dan tekanan hasil, langkah Trucha dan manajemen akan menentukan segalanya. Apakah mereka bisa memanfaatkan momentum ini, atau justru kembali tertinggal? Jawabannya akan memperlihatkan apakah Juku Eja masih layak disebut pesaing di papan atas Super League musim ini.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar