Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, harus puas menuntaskan balapan perdananya di Moto3 Hungaria di posisi ke-16 setelah menjalani start yang berat akibat hukuman. Debut yang berlangsung di Sirkuit Balaton Park, Minggu, itu menjadi ujian tersendiri bagi pembalap berusia 17 tahun tersebut karena ia harus memulai lomba dari posisi kesembilan setelah terkena sanksi long lap penalty (LLP).
Hukuman tersebut dijatuhkan karena Veda dinilai memperlambat laju kendaraannya sehingga mengganggu pembalap CODE Motorsport, Ruche Moodley, selama sesi kualifikasi Q2 pada Sabtu (6/6). Akibatnya, ia kesulitan untuk merangsek ke barisan depan sejak awal balapan. Tantangan itu makin berat karena morfologi Sirkuit Balaton yang rumit.
Sirkuit Balaton Park yang baru diresmikan pada 2023 memiliki panjang lintasan 4,08 kilometer dengan trek lurus yang sangat minim, hanya sekitar 665 meter. Lebar lintasan yang hanya 12 meter lebih sempit dibandingkan sirkuit MotoGP lainnya membuat para pembalap berpikir dua kali untuk menyalip karena risiko tinggi yang mengintai. Meskipun demikian, Veda tetap berusaha keras mengendalikan motornya dan berjuang meraih posisi finis terbaik.
Sempat terlempar hingga urutan ke-19, Veda akhirnya menyelesaikan balapan yang rumit itu di peringkat ke-16 dengan catatan waktu lebih lambat 33,461 detik dari pemenang lomba, Maximo Quiles. Quiles dari tim CFMOTO Gaviota Aspar mencatat waktu tempuh 33 menit 39,745 detik, sekaligus meraih kemenangan kelimanya di Moto3 musim ini. Podium kedua dan ketiga masing-masing ditempati oleh David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact) dan Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo).
Sementara itu, pembalap Asia Tenggara lainnya, Hakim Danish dari Malaysia, gagal menyelesaikan balapan di Hungaria. Padahal, pada seri sebelumnya di GP Italia, ia berhasil finis di podium ketiga.
Artikel Terkait
Kejati Jabar Tetapkan Wakil Bupati Indramayu Tersangka Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD
Bentrokan TNI dan Warga di Lampung Utara Berakhir Damai Lewat Musyawarah Adat
Pengeluaran Jajan Warga Kota Hampir Dua Kali Lipat Desa, Papua Pegunungan Justru Paling Boros
Satgas Damai Cartenz Tangkap Penyalur Senjata untuk KKB di Papua