Puan Maharani Sinyalkan Pertemuan Lanjutan PDIP dengan Presiden Prabowo

- Minggu, 22 Maret 2026 | 04:30 WIB
Puan Maharani Sinyalkan Pertemuan Lanjutan PDIP dengan Presiden Prabowo

Pantau – Ada sinyal positif dari Ketua DPR RI, Puan Maharani, soal rencana pertemuan lanjutan dengan Presiden Prabowo Subianto. Sinyal ini muncul setelah pertemuan sebelumnya yang melibatkan Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka.

Komunikasi Politik Akan Berlanjut

Puan menegaskan bahwa komunikasi politik antara PDIP dan Presiden takkan berhenti di situ. Menurutnya, dialog akan terus berjalan dalam waktu dekat. Pernyataannya ini ia sampaikan usai menghadiri acara halalbihalal di Gedung B DPP PDIP, Jakarta.

"Insyaallah, secepatnya bertemu lagi," ujar Puan.

Ia juga tak lupa menyampaikan permohonan maaf, "Mohon maaf lahir batin ya, selamat Lebaran."

Suasana Ramah di Tengah Keluarga

Acara halalbihalal itu sendiri berlangsung dengan nuansa yang hangat. Puan menggambarkannya sebagai momen yang sederhana namun penuh kebersamaan. Kader, keluarga, dan kolega berkumpul dalam suasana santai.

"Minal aidin wal-faizin, mohon maaf lahir dan batin, selamat Lebaran ya semuanya," sambutnya kepada masyarakat.

Lebih lanjut ia menambahkan, "Suasananya aman saja, ramah tamah, santai. Kami melaksanakan Lebaran dengan sederhana bersama keluarga dan teman-teman." Benar-benar suasana kekeluargaan yang kental.

Dari Istana ke Langkah Selanjutnya

Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Megawati sebelumnya memang cukup panjang, berlangsung sekitar dua jam di Istana Merdeka. Mereka membicarakan berbagai isu strategis. Pertemuan itu sendiri merupakan bagian dari silaturahmi nasional yang mengiringi momentum Idul Fitri.

Nah, dengan adanya sinyal pertemuan lanjutan ini, harapannya komunikasi politik antar tokoh bangsa bisa makin kuat. Dialog yang berkelanjutan tentu dibutuhkan untuk menyamakan persepsi ke depan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar