Sebanyak 482 emiten saham tercatat mengalami tekanan harga selama perdagangan pekan ini, 4–8 Mei 2026. Kondisi itu dipicu oleh aksi jual bersih atau net sell investor domestik yang mencapai Rp12,27 triliun dalam sepekan, menurut catatan PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam periode yang sama, BEI mencatat sebanyak 197 saham berhasil mencatatkan kenaikan lebih dari dua persen, sementara 112 saham lainnya menguat di kisaran 0–2 persen. Di sisi lain, sebanyak 341 saham mengalami koreksi lebih dari dua persen, dan 141 saham melemah pada rentang 0–2 persen.
Adapun emiten yang menjadi top loser atau mengalami penurunan paling dalam adalah PT Paramita Bangun Sarana (PBSA). Saham perusahaan itu terkoreksi 26,09 persen, dari level 1.150 pada pekan sebelumnya menjadi 850 pada penutupan pekan ini. Diikuti oleh PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari (ELPI) yang tertekan 24,35 persen, dari harga 1.910 menjadi 1.445.
Tekunan juga dialami oleh PT Vale Indonesia (INCO) yang ambles 20,9 persen, dari 6.580 menjadi 5.425. PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) terjun 20,63 persen dari level 126 menjadi 100, sementara PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL) melemah 19 persen dari harga 100 menjadi 81.
Sejumlah saham lainnya juga mengalami penurunan di kisaran 18 persen. Beberapa di antaranya adalah ASLI yang tertekan 18,92 persen menjadi 300, DSSA melemah 18,89 persen ke level 1.310, dan AADI turun 18,75 persen ke level 9.425. Selain itu, ASDM melemah 18,7 persen ke level 500, serta LCKM terkoreksi 18,66 persen ke harga 109.
Sementara itu, transaksi harian pada pekan ini tercatat lebih aktif dibandingkan pekan sebelumnya. Namun, data menunjukkan aktivitas tersebut masih didominasi oleh aksi jual yang diakumulasikan oleh investor domestik. Volume transaksi harian mencapai sekitar 45,85 miliar lembar saham, meningkat 23,57 persen dari pekan sebelumnya. Secara total, nilai transaksi tercatat Rp23,05 triliun atau naik 26,14 persen.
Dari sisi investor domestik, tercatat aksi beli dengan total nilai Rp69,67 triliun, namun aksi jual yang lebih besar yaitu Rp81,94 triliun menghasilkan net sell sebesar Rp12,27 triliun. Sebaliknya, investor asing membukukan aksi beli sebesar Rp45,59 triliun dan aksi jual Rp33,33 triliun, sehingga mencatatkan net buy Rp12,26 triliun. Meskipun demikian, akumulasi beli dari investor asing belum mampu menahan laju pelemahan indeks pada akhir perdagangan pekan ini.
Artikel Terkait
Happy Hapsoro Masuk Daftar Pemegang Saham PADI, Bantah Spekulasi Hengkang
Saham CBRE Menguat di Tengah IHSG Tertekan, Investor Baru Masuk Jelang Rights Issue
IHSG Tertekan Aksi Jual Investor Domestik, Melemah ke 6.969 pada Akhir Pekan
Harga Emas Antam di Pegadaian Turun Tipis Jadi Rp2,953 Juta per Gram, Galeri24 dan UBS Stabil