Wamendagri: Ulama Jadi Penggerak Sosial di Perbatasan
JAKARTA Kawasan perbatasan punya cerita sendiri. Terpencil, seringkali tertinggal. Tapi bagi pemerintah, wilayah-wilayah ini justru jadi prioritas utama. Dan dalam upaya membangunnya, peran ulama atau dai dinilai sangat krusial. Bukan cuma soal ceramah agama, tapi lebih dari itu.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, menegaskan posisi strategis para dai. Menurutnya, mereka adalah penggerak sosial yang bisa membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat, terutama di daerah seperti Kabupaten Sambas.
“Para dai harus ikut mendorong kemandirian ekonomi, kemandirian pangan, hingga kemandirian di berbagai sektor kehidupan masyarakat,”
ucap Wiyagus dalam sebuah seminar bertajuk sinergitas dai untuk pembangunan perbatasan, Kamis lalu.
Dia bilang, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memang serius menangani wilayah perbatasan. Berbagai program strategis digulirkan. Ambil contoh Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, atau Koperasi Desa Merah Putih. Semua itu digeber untuk mempercepat kemajuan.
‘’Program-program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga perbatasan secara berkelanjutan,’’ tegasnya.
Artikel Terkait
MUI Lampung Bagikan Contoh Khutbah Jumat tentang Menjaga Semangat Ibadah Pasca-Ramadan
Mantan Suami di Pati Robohkan Rumah Gono-Gini Usai Mantan Istri Akan Menikah Lagi
Pemkab Magetan Resmi Terapkan WFH Setiap Jumat bagi ASN
FIFA Umumkan 52 Wasit Utama untuk Piala Dunia 2026, Termasuk Enam Wasit Perempuan