KSPSI Dukung Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan

- Minggu, 07 Juni 2026 | 18:10 WIB
KSPSI Dukung Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penunjukan Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan di pemerintahan Prabowo Subianto. Informasi mengenai masuknya tokoh buruh ke lingkaran kekuasaan itu diterima Andi Gani belum lama ini dan langsung mendapat respons positif dari pihaknya.

“Belum lama ini saya mendapatkan informasi Presiden KSPI Bung Said Iqbal akan ditunjuk menjadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan tentu saya pun memberikan dukungan penuh,” ujar Andi Gani kepada wartawan, Minggu (7/6/2026). Menurut dia, langkah Said Iqbal bergabung ke dalam pemerintahan justru akan menciptakan sinergi yang luar biasa bagi perjuangan buruh Indonesia.

Andi Gani menilai, kehadiran pimpinan buruh di dalam pemerintahan tidak akan menghilangkan esensi perjuangan, melainkan menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi kaum pekerja. Ia menyebut situasi ini sebagai bentuk sinergitas yang ideal antara pimpinan buruh yang berada di lingkaran kekuasaan dan mereka yang memilih berada di luar pemerintahan.

“Merupakan suatu sinergitas yang luar biasa, pimpinan buruh yang memilih berada di lingkaran kekuasaan dan pimpinan buruh yang memilih di luar pemerintahan untuk saling mendukung terhadap perjuangan buruh Indonesia,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Andi Gani mengungkapkan bahwa dirinya sempat mendapat tawaran serupa, yakni menjadi Ketua Dewan Kesejahteraan Buruh setingkat menteri. Namun, ia memilih untuk tetap berada di luar pemerintahan, sebuah keputusan yang sudah diambil sejak era Presiden Joko Widodo.

“Awalnya saya yang diminta menjadi Ketua Dewan Kesejahteraan Buruh setingkat menteri. Saat itu saya menjelaskan sejak era Pak Jokowi saya sudah diminta untuk masuk kabinet mengurus ketenagakerjaan, tetapi sejak awal saya sudah memiliki komitmen untuk mengabdikan diri secara total sebagai Presiden Buruh. Karena itu, saya menjelaskan kepada Presiden Prabowo, saya memilih tetap berada di luar pemerintahan dengan tetap menjaga hubungan baik dengan pemerintah,” tuturnya.

Andi Gani juga menceritakan bahwa menjelang peringatan May Day, ia mendapat informasi bahwa ada tokoh buruh lain yang dipilih untuk masuk kabinet, yaitu Jumhur Hidayat. Ia pun langsung menyatakan dukungan penuh dan memberikan pesan agar idealisme perjuangan buruh tidak ditinggalkan meskipun sudah berada di dalam pemerintahan.

“Menjelang May Day saya diberi tahu ada tokoh buruh yang dipilih untuk masuk kabinet, yaitu Bung Jumhur Hidayat, dan saya langsung menyatakan dukungan penuh kepada Bung Jumhur dan juga memberikan pesan supaya idealisme perjuangan buruh tidak boleh ditinggalkan walaupun sudah masuk di dalam pemerintahan,” sambungnya.

Presiden Prabowo, menurut Andi Gani, memahami betul pertimbangan yang mendasari keputusannya untuk tetap berada di luar struktur pemerintahan. Ia meyakini bahwa tokoh-tokoh buruh yang akhirnya memilih bergabung ke dalam kabinet tidak akan meninggalkan kecintaan dan keberpihakan mereka terhadap perjuangan buruh.

“Saya pun sudah menjelaskan pilihan saya secara langsung kepada Presiden Prabowo dan Presiden dapat memahami. Saya punya keyakinan tokoh-tokoh buruh yang masuk dalam pemerintahan tidak akan meninggalkan kecintaannya dan keberpihakannya kepada perjuangan buruh,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi turut memberikan sinyal terkait kemungkinan masuknya Said Iqbal ke dalam kabinet. Prasetyo, sapaan akrabnya, tidak menampik adanya peluang tersebut ketika ditemui di kompleks Istana Presiden, Kamis (4/6/2026).

“Ya, kemungkinan ya, kemungkinan berkaitan dengan tentunya perjuangan beliau selama ini, berhubungan dengan kiprah beliau,” katanya.

Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai posisi spesifik yang akan diemban Said Iqbal, Prasetyo memilih untuk tidak memberikan jawaban gamblang. Ia hanya meminta publik untuk bersabar menunggu pengumuman resmi.

“Tunggu informasi,” ucapnya singkat.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar