Kepala SMPN 4 Randudongkal Buka Suara Soal Siswa Meninggal Diduga Bullying

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:12 WIB
Kepala SMPN 4 Randudongkal Buka Suara Soal Siswa Meninggal Diduga Bullying

Kepala SMPN 4 Randudongkal, Pemalang, Jawa Tengah, Indah Palupi, akhirnya angkat bicara terkait kematian AAF, siswanya yang diduga menjadi korban perundungan. Pihak sekolah mengaku tidak pernah menerima laporan mengenai aksi bullying di lingkungan sekolah.

"Selama ini saya meyakini seperti itu (bukan karena perundungan). Tidak ada hal-hal, saya tidak ada laporan, tidak ada laporan apa pun di sekolah," ujar Indah kepada wartawan.

Ia juga menegaskan tidak pernah mendengar adanya siswa yang bertengkar atau berkelahi, termasuk yang melibatkan korban. "Enggak ada saya mendengar ada anak bertengkar itu enggak. Iya (sudah saya cek)," jelasnya.

Menurut Indah, pendidikan dan pengawasan anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan juga orang tua dan masyarakat. Ia mengimbau para orang tua untuk aktif berkoordinasi dengan pihak sekolah jika ada permasalahan dengan anak-anak mereka.

"Nah pentingnya juga bagi orang tua apabila ada permasalahan dengan anak-anak bisa juga menyampaikan, bekerja sama dengan sekolah itu utamanya ke sekolah dulu. Kemudian sekolah juga insyaallah menanggapi apa yang dikeluhkan oleh orang tua," ucapnya.

Dengan adanya komunikasi yang baik, lanjut dia, konflik atau permasalahan yang terjadi bisa diantisipasi sebelum berkembang menjadi lebih serius. "Jadi, sebelum terjadi apa pun itu, baik itu di kelas maupun di luar sebaiknya orang tua untuk berkoordinasi dengan sekolah kalau ada kejadian-kejadian seperti itu," kata Indah.

Sebelumnya, AAF (13), warga Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia pada Minggu (2/8) malam setelah sempat dirawat di RS Mardhatillah Randudongkal selama satu hari. Keluarga mencurigai adanya kejanggalan di balik kematian AAF dan telah melaporkan kasus ini ke polisi.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags