MURIANETWORK.COM - Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menanggapi gelombang kecaman yang dihadapi seorang alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) usai pernyataannya viral di media sosial. Hetifah memandang reaksi publik yang keras tersebut sebagai alarm sosial, bukan sekadar serangan pribadi, menyusul pernyataan alumni berinisial DS yang dinilai bertentangan dengan semangat kebangsaan.
Menurut Hetifah, sorotan tajam masyarakat muncul di tengah harapan besar terhadap para penerima beasiswa negara. Publik berharap mereka, setelah menyelesaikan studi, akan kembali dan membangun negeri. Narasi yang terkesan menjauh dari semangat itu, wajar jika memicu kekecewaan.
LPDP Sebagai Dana Publik dan Ekspektasi Moral
Hetifah menekankan bahwa LPDP bersumber dari anggaran negara, sehingga melekat padanya ekspektasi moral yang kuat dari masyarakat. Penerima beasiswa dianggap memiliki tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh guna memajukan Indonesia.
"Dana yang digunakan berasal dari dana publik, sehingga secara moral dan politik ada ekspektasi kuat dari masyarakat agar para penerimanya memiliki komitmen kebangsaan yang kokoh," jelasnya.
Pentingnya Proporsionalitas dan Titik Akuntabilitas
Di sisi lain, politisi Golkar ini juga mengimbau publik untuk bersikap proporsional. Ia menegaskan bahwa urusan kewarganegaraan anak merupakan hak personal dan ranah privat keluarga yang bersangkutan.
Artikel Terkait
Bea Cukai dan Pajak Segel Empat Kapal Asing di Pantai Mutiara Diduga Selewengkan Fasilitas
Banyuwangi Catat Inflasi Terendah di Maret 2026 Meski Ada Tekanan Ramadan
WFH Aparatur Pemerintah: Disiplin dan Digitalisasi Kunci Jaga Kualitas Pelayanan Publik
Imigrasi Amankan Tiga Warga Australia Masuk Ilegal ke Merauke via Pesawat Pribadi