Peringatan tsunami untuk wilayah Sulawesi Utara akhirnya dicabut oleh BMKG. Ini menyusul gempa kuat berkekuatan magnitudo 7,6 yang sempat membuat warga panik. Kabar baik itu disampaikan langsung oleh Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam sebuah konferensi pers.
“Peringatan dini ke-4 berisi pengakhiran peringatan dini pada pukul 09.56 WIB,” jelas Faisal.
Dia menekankan, pencabutan status darurat ini sangat krusial. Baru setelah itulah, tim penyelamat dan asesmen bisa bergerak leluasa.
“Setelah pengakhiran, tim SAR dari BPBD yang beri pertolongan atau tim asesmen bangunan dan lain sebagainya bisa masuk ke lokasi terdampak tsunami,” ucapnya.
Sebelum status dicabut, gelombang tsunami ternyata sempat menyentuh sembilan titik pantai. Ketinggiannya bervariasi, dari yang terendah hingga yang cukup signifikan.
Data dari BMKG mencatat Minahasa Utara mengalami kenaikan muka air laut tertinggi, sekitar 0,75 meter. Disusul Belang dengan 0,68 meter. Sementara wilayah seperti Sidangoli dan Halmahera Barat mencatat ketinggian 0,35 dan 0,3 meter. Daerah lainnya seperti Gita, Bitung, Kedi, Tagulandang, dan Bumbulan mengalami kenaikan di bawah 0,25 meter.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Sudah Terima Laporan Gempa dan Tsunami di Bitung dan Ternate
Dasbor ATS Kemendikbud Masuk Finalis KIPP 2025, Pantau 4 Juta Anak Tak Sekolah
KPK Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar, Sita Uang Ratusan Juta
Gempa M7,6 Guncang Bitung, 48 Susulan dan Tsunami Kecil Terpantau