Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban 2026 Surplus 800 Ribu Ekor, Pasokan Capai 3,2 Juta

- Jumat, 29 Mei 2026 | 04:25 WIB
Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban 2026 Surplus 800 Ribu Ekor, Pasokan Capai 3,2 Juta

Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan hewan kurban secara nasional pada tahun 2026 berada dalam kondisi surplus, dengan total stok mencapai sekitar 3,2 juta ekor sementara kebutuhan masyarakat diperkirakan hanya 2,4 juta ekor. Artinya, terdapat kelebihan pasokan sebanyak 800 ribu ekor yang siap memenuhi permintaan di berbagai daerah.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menilai kondisi ini mencerminkan ketahanan pasokan ternak nasional yang baik di tengah gejolak ekonomi global. Menurutnya, surplus ini juga menjadi indikator bahwa daya beli dan partisipasi masyarakat dalam ibadah kurban tetap tinggi.

“Ini artinya alhamdulillah Allah telah memberikan rahmat-Nya, telah memberikan rezekinya kepada bangsa kita, negara kita. Hari ini di saat kesulitan perang di mana-mana kita dalam keadaan yang baik, itu perlu tentu kita syukuri bersama,” ujar Sudaryono di Jakarta, Kamis (28/5/2026).

Data dari sistem informasi peternakan nasional, iSIKHNAS, menunjukkan tren positif partisipasi kurban. Pada 2025, jumlah pemotongan hewan kurban secara nasional tercatat sebanyak 2.268.764 ekor, meningkat 11,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2.033.995 ekor.

Optimisme serupa juga terlihat dari pelaksanaan kurban di lingkungan Kementerian Pertanian. Tahun ini, sebanyak 49 ekor hewan kurban terdiri dari 41 ekor sapi dan 8 ekor kambing terkumpul di Masjid Nurul Iman, Kantor Pusat Kementerian Pertanian. Angka ini menjadi rekor tertinggi sepanjang penyelenggaraan.

“Insyaallah negara kita baik, pertumbuhannya baik dan kita bisa lihat partisipasi dari jumlah kurban di masjid ini saja,” ujar Sudaryono menambahkan.

Sebagai perbandingan, pada 2024 hanya terkumpul 2 ekor sapi dan 15 kambing. Jumlah itu meningkat menjadi 9 ekor sapi dan 10 kambing pada 2025, lalu melonjak drastis pada tahun ini. Hewan kurban tersebut berasal dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wamentan Sudaryono, para pejabat di lingkungan Kementan, mitra kerja, BUMN, serta Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang menyalurkan 15 ekor sapi.

Untuk memastikan proses penyembelihan sesuai syariat Islam dan standar kesehatan, panitia melibatkan 41 Juru Sembelih Halal (Juleha) binaan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH).

Sementara itu, Direktur Jenderal PKH Kementerian Pertanian, Agung Suganda, melaporkan bahwa ketersediaan hewan kurban nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali. Berdasarkan proyeksi Ditjen PKH, total pasokan mencapai 3,2 juta ekor yang terdiri dari 860 ribu ekor sapi, 34 ribu ekor kerbau, 1,4 juta ekor kambing, dan 935 ribu ekor domba.

“Kami melaporkan bahwa ketersediaan hewan kurban secara nasional cukup aman dan terkendali. Total proyeksi ketersediaan sebanyak 3,2 juta ekor, sementara proyeksi kebutuhan nasional kita untuk pengadaan hewan kurban ini sebanyak 2,4 juta ekor sehingga masih ada surplus sekitar 800 ribu ekor,” kata Agung.

Agung juga mengungkapkan bahwa tahun ini pemerintah menyalurkan lebih dari 1.000 ekor sapi bantuan kemasyarakatan dari Presiden. Hewan kurban tersebut didistribusikan ke berbagai provinsi, kabupaten/kota, Ibu Kota Nusantara (IKN), serta sejumlah lembaga masyarakat.

“Totalnya itu ada 1.000 lebih sapi kurban bantuan kemasyarakatan dari Bapak Presiden dan alhamdulillah setiap tahun ini naik terus. Tahun kemarin 981, sekarang 1.000 lebih karena ini bentuk kepedulian dari Presiden kepada kita semua, khususnya para peternak,” ujar Agung.

Di sisi lain, pelaksanaan dam haji di dalam negeri juga menunjukkan peningkatan signifikan. Jika pada tahun lalu sekitar 10 ribu ekor kambing disembelih melalui skema dam haji, tahun ini jumlahnya melonjak menjadi 32.690 ekor.

Menurut Agung, peningkatan tersebut berpotensi memberikan dampak positif bagi peternak nasional. “Kalau 200 ribu jamaah haji saja ditambah dengan kebutuhan kurban tadi, maka setiap tahun paling tidak lebih dari 2 juta ekor harus disiapkan dan ini menambah keberkahan bagi teman-teman peternak kita,” ujarnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar