Ananda Raehan Dikabarkan Tinggalkan PSM Makassar, Bhayangkara FC Jadi Tujuan Utama

- Minggu, 07 Juni 2026 | 22:30 WIB
Ananda Raehan Dikabarkan Tinggalkan PSM Makassar, Bhayangkara FC Jadi Tujuan Utama

Bursa transfer PSM Makassar kembali diramaikan kabar yang membuat suporter Pasukan Ramang diliputi rasa waswas. Setelah beberapa nama pemain dikaitkan dengan pintu keluar, kali ini giliran gelandang muda andalan, Ananda Raehan, yang dirumorkan akan segera mengakhiri perjalanannya bersama klub kebanggaan Sulawesi Selatan tersebut.

Rumor ini bukanlah isapan jempol belaka. Kontrak Raehan dikabarkan akan berakhir dalam waktu dekat, sementara statusnya sebagai anggota Polri membuat namanya kuat dikaitkan dengan Bhayangkara Presisi FC, klub yang selama ini identik dengan pemain berlatar belakang kepolisian. Jika transfer itu benar-benar terwujud, PSM berpotensi kehilangan salah satu simbol regenerasi terbaik yang lahir dari pembinaan internal klub dalam beberapa tahun terakhir.

Perjalanan Ananda Raehan bersama PSM bisa disebut sebagai kisah yang nyaris ideal bagi seorang pemain muda Makassar. Ia tumbuh dari sistem pembinaan klub, menembus tim utama, lalu perlahan menjadi salah satu pemain yang paling dipercaya di lini tengah. Dalam beberapa musim terakhir, Raehan berkembang menjadi sosok yang sulit tergantikan berkat kemampuan bertahan, disiplin taktik, dan etos kerja yang tinggi.

Pada musim Super League 2025/2026, pemain berusia 23 tahun itu tampil dalam 24 pertandingan. Meski berposisi sebagai gelandang bertahan, kontribusinya tidak hanya terlihat saat memutus serangan lawan. Raehan juga mencatatkan tiga assist, 25 tekel sukses, 34 intersep, dan 34 sapuan. Catatan tersebut menunjukkan peran vitalnya sebagai penghubung antara lini belakang dan lini tengah PSM. Dalam distribusi bola, akurasi umpannya juga tergolong baik dengan 330 umpan sukses dari total 412 percobaan.

Rumor kepindahan ini semakin kuat karena Bhayangkara FC memiliki sejarah panjang merekrut pemain yang berstatus anggota kepolisian. Sejumlah pemain sebelumnya juga bergabung melalui mekanisme penugasan institusi. Karena itu, banyak pengamat menilai peluang Raehan menuju Bhayangkara lebih besar dibanding rumor transfer biasa. Jika Bhayangkara benar-benar mengajukan penawaran resmi, keputusan akhir kemungkinan tidak hanya ditentukan oleh faktor teknis sepak bola, tetapi juga aspek kariernya sebagai anggota Polri.

Kepergian Raehan akan menjadi tantangan tersendiri bagi PSM Makassar yang sedang melakukan restrukturisasi skuad menjelang musim 2026/2027. Sebelumnya, nama-nama seperti Sulthan Zaky juga telah berpamitan dengan klub. Situasi ini membuat PSM berpotensi kehilangan beberapa pemain muda lokal yang selama ini menjadi fondasi regenerasi tim. Bagi suporter PSM, Ananda Raehan bukan sekadar pemain. Ia adalah representasi pemain lokal yang tumbuh, berkembang, dan berjuang bersama klub kebanggaan Sulawesi Selatan tersebut.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari PSM Makassar maupun Bhayangkara FC terkait masa depan Ananda Raehan. Namun, jika rumor itu menjadi kenyataan, maka musim 2025/2026 bisa dikenang sebagai akhir dari sebuah perjalanan heroik. Perjalanan seorang pemain muda yang tumbuh dari akademi, menjadi andalan lini tengah, lalu pergi setelah meninggalkan jejak penting bersama Pasukan Ramang. Dan bila Bhayangkara FC benar-benar menjadi pelabuhan berikutnya, Raehan akan memulai babak baru dalam kariernya dengan membawa pengalaman berharga yang ditempa selama bertahun-tahun bersama PSM Makassar.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar