Lewat sebuah unggahan di media sosial, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden AS Donald Trump. Apa pasal? Trump baru saja memutuskan untuk memperpanjang masa gencatan senjata dalam konflik yang melibatkan Iran. Sharif punya harapan besar agar langkah ini membuka jalan menuju kesepakatan damai yang lebih permanen.
Unggahan itu muncul tak lama setelah Trump sendiri membuat pengumuman. Intinya, dia memberi waktu tambahan bagi proses diplomasi agar bisa berjalan. Menurut sejumlah saksi, situasi di kawasan memang masih tegang, namun ada secercah harapan yang muncul dari keputusan penundaan ini.
"Atas nama pribadi saya dan atas nama Marsekal Lapangan Syed Asim Munir, saya dengan tulus berterima kasih kepada Presiden Trump," tulis Sharif, seperti dilaporkan Aljazeera, Rabu (22/4/2026).
"Kami berterima kasih karena beliau dengan murah hati menerima permintaan kami untuk memperpanjang gencatan senjata. Tujuannya jelas: agar upaya diplomatik yang sedang berlangsung punya ruang untuk bekerja sesuai rencana," lanjutnya.
Sharif menegaskan komitmen Pakistan. Negeri itu akan terus mendorong penyelesaian konflik lewat jalur perundingan, bukan kekuatan senjata. Dia juga berharap semua pihak bisa patuh pada kesepakatan yang sudah dibuat. Dialog pada putaran berikutnya, katanya, harus terus berjalan.
"Saya sangat berharap kedua belah pihak akan terus mematuhi gencatan senjata," ujar Sharif.
"Dan semoga mereka bisa menyimpulkan 'Kesepakatan Damai' yang komprehensif nanti. Pembicaraan putaran kedua rencananya digelar di Islamabad. Targetnya satu: mengakhiri konflik ini untuk selamanya," harapnya.
Keputusan Trump: Tunda Serangan, Perpanjang Gencatan
Lalu, bagaimana sebenarnya pernyataan Trump? Presiden AS itu menyampaikannya lewat platform Truth Social. Intinya, dia memutuskan untuk menunda serangan terhadap Iran. Keputusan ini, klaim Trump, diambil setelah ada permintaan langsung dari pimpinan Pakistan.
"Berdasarkan fakta bahwa Pemerintah Iran sangat terpecah belah hal yang tidak mengherankan dan atas permintaan Marsekal Lapangan Asim Munir serta Perdana Menteri Shehbaz Sharif dari Pakistan, kami diminta untuk menunda serangan," demikian bunyi pernyataan Trump.
"Penundaan ini sampai para pemimpin dan perwakilan Iran bisa mengajukan sebuah proposal yang terpadu," jelasnya.
Namun begitu, Trump memberi sinyal keras. Militer AS, meski serangan ditunda, tetap dalam kondisi siaga penuh. Dia akan memperpanjang gencatan senjata hanya sampai proposal Iran diajukan dan perundingan damai putaran kedua diselesaikan. Batas waktunya jelas.
"Oleh karena itu, saya telah mengarahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam semua hal lainnya, tetap siap dan mampu," tegas Trump.
"Gencatan senjata akan diperpanjang sampai proposal mereka diajukan, dan diskusi diselesaikan. Bagaimana pun hasilnya," lanjutnya.
Sekarang, semua mata tertuju pada Islamabad. Apakah putaran kedua perundingan damai itu bisa menghasilkan sesuatu yang konkret, atau justru kembali ke titik nadi? Waktu yang akan menjawab.
Artikel Terkait
DPR Sahkan UU Perlindungan Saksi dan Korban, LPSK Diperkuat
Strategi Keluar dari Jerat Pinjol dan Pentingnya Mengecek SLIK OJK
Ade Armando dan Abu Janda Dilaporkan ke Polda Metro Terkait Potongan Video Ceramah Jusuf Kalla
Letjen Djon Afriandi: Dari Taruna Terbaik hingga Pangkopassus dengan Brevet Langka