Mardiono Soroti Kedaulatan Rakyat dan Target Bebas Impor Beras
Sukabumi Di tengah riuh pembukaan Musyawarah Cabang PPP se-Pakuan Raya, Mardiono menyampaikan pesan yang cukup tegas. Acara yang berlangsung di Lido Lake Resort, Senin lalu, bukan sekadar rutinitas partai. Ketua Umum PPP yang juga menjabat Utusan Khusus Presiden bidang ketahanan pangan itu bicara soal hal mendasar: kedaulatan.
“Negara kita ini negara demokrasi,” ujarnya, dengan nada yang lugas.
“Esensinya, kedaulatan ada di tangan rakyat. Ini yang harus terus kita jaga bersama.”
Pernyataannya itu disampaikan kepada para kader dari lima wilayah: Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten dan Kota Bogor, serta Kota Depok. Bagi Mardiono, menjaga kedaulatan rakyat itu tak bisa dipisahkan dari upaya mewujudkan kemandirian ekonomi. Terutama di sektor pangan. Ia menegaskan, arah kebijakan ekonomi nasional harus benar-benar berpihak pada kemandirian, tidak setengah-setengah.
Dan soal pangan, ada target konkret yang ia sebut. Menurutnya, Indonesia diharapkan sudah tidak lagi bergantung pada impor beras mulai tahun depan, 2025.
“Pak Presiden Prabowo menginginkan kedaulatan di tangan rakyat, termasuk dalam ekonomi. Kita tidak boleh terus menjadi importir,” tutur Mardiono.
Komitmen itu, katanya, berakar dari amanat konstitusi UUD 1945 Pasal 33. Pemerintahan sekarang bertekad menjalankannya.
Di sisi lain, dalam kesempatan yang sama, eks Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum juga angkat bicara. Sebagai Ketua DPW PPP Jawa Barat, pesannya lebih ke arah internal partai. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas dan menghindari konflik.
“Pak Ketum selalu berpesan, saya selaku pimpinan di Jawa Barat agar menghindari konflik internal dan mengedepankan kolaborasi,” kata Uu.
“Hindari ekses-ekses negatif dari event politik. Jangan sampai terjadi gaya belah bambu dan kepemimpinan harus dijalankan dengan bijaksana.”
Nuansa optimis justru datang dari tingkat daerah. Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi, Anri Hidayana, tampak yakin dengan masa depan partai.
“Kita yakin, kalau solid dan kompak, InsyaAllah PPP akan naik kelas,” pungkasnya.
Rapat besar itu pun ditutup dengan harapan. Harapan akan kedaulatan rakyat yang tak sekadar wacana, dan kemandirian pangan yang benar-benar terwujud. Waktulah yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Mantan Konsultan Kemendikbudristek Buka Suara: Pertemuan dengan Nadiem Murni Bahas Teknologi, Bukan Proyek
Benda Mirip Torpedo Ditemukan di Pantai Sumenep, Warga Dilarang Mendekat
Menkeu Purbaya Tolak Pinjaman IMF-Bank Dunia, Sebut Cadangan USD25 Miliar Cukup
Pimpinan MPR Tinjau Kesiapan IKN, Tunggu Arahan Presiden untuk Pemindahan