Pasar saham AS dibuka dengan suasana campur aduk Rabu lalu. Indeks S&P 500 memang merangkak naik, tapi pergerakannya tipis banget. Gejolak jelas terasa, dan semua mata tertuju pada perkembangan terbaru dari Timur Tengah.
Rupanya, ada kabar yang beredar soal upaya diam-diam Iran. Menurut laporan, agen-agen mereka sudah menghubungi Amerika Serikat. Tujuannya? Untuk membuka pembicaraan agar konflik yang sedang terjadi bisa diakhiri. Ini jadi salah satu bahan pertimbangan utama investor hari itu.
“Ini dengan sendirinya kemungkinan merupakan kabar baik, tetapi kita tidak boleh menganggap enteng apa pun karena pemerintah telah cukup jelas bahwa mereka memiliki tujuan yang belum mereka capai,”
Begitu komentar Art Hogan, Kepala Ahli Strategi Pasar di B Riley Wealth, yang mencerminkan kehati-hatian itu. Intinya, sinyal positif dari Teheran disambut, tapi sikap skeptis tetap tinggi. Banyak yang meragukan baik AS maupun Iran benar-benar siap untuk meredakan ketegangan dalam waktu dekat.
Di sisi lain, pernyataan Presiden Donald Trump soal komitmen menstabilkan pasar minyak sedikit banyak memberi angin segar. Dia bahkan menjanjikan pengawalan Angkatan Laut AS untuk kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz, plus asuransi risiko politik. Langkah ini membawa secercah kelegaan, meski mungkin belum sepenuhnya meyakinkan.
Artikel Terkait
Saham AS Beragam di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Upaya Diplomasi Iran
Wall Street Bergoyang di Tengah Ketegangan Iran dan Sinyal Diplomatik Samar
Saham AS Bergejolak Imbas Ketegangan Iran dan Janji Stabilisasi Energi
Kontak Rahasia Iran-AS dan Janji Trump Pengaruhi Pasar Saham