Pasar Saham AS Beragam di Tengah Isu Diplomasi Iran dan Tekanan Sektor Energi

- Rabu, 04 Maret 2026 | 23:40 WIB
Pasar Saham AS Beragam di Tengah Isu Diplomasi Iran dan Tekanan Sektor Energi

Pasar saham AS dibuka dengan suasana campur aduk Rabu lalu. Indeks S&P 500 memang merangkak naik, tapi pergerakannya tipis banget. Gejolak jelas terasa, dan semua mata tertuju pada perkembangan terbaru dari Timur Tengah.

Rupanya, ada kabar yang beredar soal upaya diam-diam Iran. Menurut laporan, agen-agen mereka sudah menghubungi Amerika Serikat. Tujuannya? Untuk membuka pembicaraan agar konflik yang sedang terjadi bisa diakhiri. Ini jadi salah satu bahan pertimbangan utama investor hari itu.

“Ini dengan sendirinya kemungkinan merupakan kabar baik, tetapi kita tidak boleh menganggap enteng apa pun karena pemerintah telah cukup jelas bahwa mereka memiliki tujuan yang belum mereka capai,”

Begitu komentar Art Hogan, Kepala Ahli Strategi Pasar di B Riley Wealth, yang mencerminkan kehati-hatian itu. Intinya, sinyal positif dari Teheran disambut, tapi sikap skeptis tetap tinggi. Banyak yang meragukan baik AS maupun Iran benar-benar siap untuk meredakan ketegangan dalam waktu dekat.

Di sisi lain, pernyataan Presiden Donald Trump soal komitmen menstabilkan pasar minyak sedikit banyak memberi angin segar. Dia bahkan menjanjikan pengawalan Angkatan Laut AS untuk kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz, plus asuransi risiko politik. Langkah ini membawa secercah kelegaan, meski mungkin belum sepenuhnya meyakinkan.

Dampaknya langsung terlihat di sektor-sektor tertentu. Saham perusahaan pariwisata yang sensitif sama harga minyak geraknya beragam. American Airlines naik 1,2%, sementara Norwegian Cruise cuma diam di tempat. Carnival dan Delta malah tercatat turun. Pergerakan yang nggak seragam ini menunjukkan betapa ragunya pasar.

Yang jelas-jelas tertekan adalah sektor energi. Produsen minyak dan gas seperti ConocoPhillips dan Cheniere Energy anjlok, masing-masing 2,8% dan 1,5%. Sektor Energi di S&P 500 pun ikut terpuruk 1,8%, menjadi yang terburuk performanya hari itu. Wajar sih, mengingat beberapa negara di kawasan itu sudah menghentikan sementara produksinya, dan AS disebut sedang mempertimbangkan perluasan kampanye militernya.

Nah, bagaimana dengan angka pastinya? Pada pukul 09:56 pagi waktu setempat, pergerakan indeks utama terlihat seperti ini: Dow Jones sedikit melemah 0,07% ke level 48.467,74. S&P 500 naik tipis 0,12% ke 6.825,22. Sementara Nasdaq Composite justru melesat cukup signifikan, naik 0,58% ke 22.646,75.

Di balik semua ini, ada pergeseran ekspektasi yang menarik. Investor sekarang memprediksi penurunan suku bunga bakal mundur dari Juli ke September. Kenapa? Ancaman biaya energi yang melonjak dan tarif AS yang bisa memicu inflasi lagi jadi pertimbangan serius. Mereka jadi lebih hati-hati.

Secara keseluruhan, catatan minggu ini menunjukkan dinamika yang ekstrem. S&P 500 saja mencatat enam rekor tertinggi baru, tapi juga dua rekor terendah baru dalam 52 minggu. Nasdaq lebih dramatis lagi: 34 kali cetak rekor tertinggi, dibarengi 44 kali rekor terendah. Pasar memang lagi nggak stabil, dan semua orang coba membaca arah angin yang berubah-ubah ini.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar