BI Minta Bank Turunkan Suku Bunga, Ini Dampaknya Bagi Nasabah!

- Rabu, 22 Oktober 2025 | 18:50 WIB
BI Minta Bank Turunkan Suku Bunga, Ini Dampaknya Bagi Nasabah!

Bank Indonesia Desak Bank Turunkan Suku Bunga Kredit, Siap Beri Insentif Likuiditas

Bank Indonesia (BI) secara resmi meminta seluruh perbankan nasional untuk segera menurunkan suku bunga kredit. Permintaan ini menyusul penurunan suku bunga acuan (BI Rate) yang telah mencapai 150 basis poin sejak September 2024.

Insentif Likuiditas bagi Bank yang Cepat Merespons

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa bank yang merespons dengan cepat akan mendapatkan insentif likuiditas yang lebih besar. BI menggunakan strategi "ikan sepat, ikan gabus" sebagai analogi, di mana semakin cepat bank menurunkan suku bunga, semakin besar insentif yang akan diterima.

Untuk mempercepat transmisi kebijakan moneter, BI telah menaikkan porsi insentif likuiditas dari sebelumnya 5% menjadi 5,5% dari total Dana Pihak Ketiga (DPK). Besaran insentif ini akan disesuaikan dengan realisasi penyaluran kredit bank kepada sektor-sektor prioritas.

Tambahan Insentif Maksimum 0,5% dari DPK

Deputi Gubernur BI, Juda Agung, memberikan rincian lebih lanjut. Bank yang paling cepat menurunkan suku bunga kredit berhak mendapatkan tambahan insentif likuiditas maksimum sebesar 0,5% dari total DPK-nya. Kebijakan ini dirancang untuk mendorong percepatan penyesuaian suku bunga kredit oleh perbankan.

Meskipun beberapa bank besar telah mulai menurunkan suku bunganya, Juda Agung mengakui bahwa penyesuaian secara keseluruhan masih terbatas. BI akan terus memantau dan memberikan insentif lebih tinggi kepada bank-bank yang proaktif.

Transmisi Suku Bunga Perbankan Masih Tertinggal

Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman, menyoroti bahwa penurunan suku bunga di perbankan masih jauh tertinggal dibandingkan penurunan BI Rate. Data menunjukkan suku bunga DPK baru turun 29 basis point, sementara suku bunga kredit hanya turun 15 basis point, padahal BI Rate telah turun 150 basis point.

BI berharap kebijakan insentif ini tidak hanya mempercepat penurunan suku bunga kredit, tetapi juga mendorong pertumbuhan kredit yang ditargetkan mencapai 8-11% pada tahun ini. Selain itu, BI juga mendorong penyaluran undisbursed loan yang masih tinggi, yaitu sebesar Rp 2.374,8 triliun atau 22,54% dari platform yang tersedia.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar