Bank Indonesia Desak Bank Turunkan Suku Bunga Kredit, Siap Beri Insentif Likuiditas
Bank Indonesia (BI) secara resmi meminta seluruh perbankan nasional untuk segera menurunkan suku bunga kredit. Permintaan ini menyusul penurunan suku bunga acuan (BI Rate) yang telah mencapai 150 basis poin sejak September 2024.
Insentif Likuiditas bagi Bank yang Cepat Merespons
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa bank yang merespons dengan cepat akan mendapatkan insentif likuiditas yang lebih besar. BI menggunakan strategi "ikan sepat, ikan gabus" sebagai analogi, di mana semakin cepat bank menurunkan suku bunga, semakin besar insentif yang akan diterima.
Untuk mempercepat transmisi kebijakan moneter, BI telah menaikkan porsi insentif likuiditas dari sebelumnya 5% menjadi 5,5% dari total Dana Pihak Ketiga (DPK). Besaran insentif ini akan disesuaikan dengan realisasi penyaluran kredit bank kepada sektor-sektor prioritas.
Tambahan Insentif Maksimum 0,5% dari DPK
Deputi Gubernur BI, Juda Agung, memberikan rincian lebih lanjut. Bank yang paling cepat menurunkan suku bunga kredit berhak mendapatkan tambahan insentif likuiditas maksimum sebesar 0,5% dari total DPK-nya. Kebijakan ini dirancang untuk mendorong percepatan penyesuaian suku bunga kredit oleh perbankan.
Meskipun beberapa bank besar telah mulai menurunkan suku bunganya, Juda Agung mengakui bahwa penyesuaian secara keseluruhan masih terbatas. BI akan terus memantau dan memberikan insentif lebih tinggi kepada bank-bank yang proaktif.
Transmisi Suku Bunga Perbankan Masih Tertinggal
Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman, menyoroti bahwa penurunan suku bunga di perbankan masih jauh tertinggal dibandingkan penurunan BI Rate. Data menunjukkan suku bunga DPK baru turun 29 basis point, sementara suku bunga kredit hanya turun 15 basis point, padahal BI Rate telah turun 150 basis point.
BI berharap kebijakan insentif ini tidak hanya mempercepat penurunan suku bunga kredit, tetapi juga mendorong pertumbuhan kredit yang ditargetkan mencapai 8-11% pada tahun ini. Selain itu, BI juga mendorong penyaluran undisbursed loan yang masih tinggi, yaitu sebesar Rp 2.374,8 triliun atau 22,54% dari platform yang tersedia.
Artikel Terkait
Saham Samator Indo Gas (AGII) Melonjak 20% di Sesi Perdagangan
Analis Sarankan Strategi Hati-hati dan Pilih Sektor Logam di Tengah IHSG Lesu Awal Ramadan
IHSG Menguat 0,63% di Awal Perdagangan, Transaksi Tembus Rp1,6 Triliun
Harga Emas Antam Naik Rp28.000, Sentuh Rp2,94 Juta per Gram