Saham Samator Indo Gas (AGII) Melonjak 20% di Sesi Perdagangan

- Jumat, 20 Februari 2026 | 15:15 WIB
Saham Samator Indo Gas (AGII) Melonjak 20% di Sesi Perdagangan

MURIANETWORK.COM - Saham PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) mencatatkan kinerja luar biasa pada Jumat, 20 Februari 2026, dengan melonjak 20 persen ke level Rp3.000 per saham di sesi pertama perdagangan. Kenaikan tajam ini menempatkan emiten gas industri tersebut sebagai salah satu top gainer dan top value harian di Bursa Efek Indonesia, dengan nilai transaksi mencapai Rp53,55 miliar. Perusahaan dengan sejarah panjang sejak era kolonial ini kini dikendalikan oleh Keluarga Harsono.

Profil dan Posisi Pasar yang Kuat

Sebagai emiten di sektor barang baku, Samator Indo Gas beroperasi dengan fokus utama pada produksi dan penjualan gas industri. Jangkauan operasionalnya terbilang sangat luas, menjadi salah satu yang terbesar di Tanah Air. Saat ini, perseroan mengoperasikan 58 pabrik dan 103 stasiun pengisian yang tersebar di 29 provinsi. Jaringan ekstensif inilah yang menjadi tulang punggung posisinya sebagai pemasok gas industri yang andal bagi berbagai sektor, mulai dari manufaktur, kesehatan, barang konsumsi, hingga infrastruktur.

Selain bisnis inti produksi gas dalam bentuk cair dan padat, perusahaan juga merambah ke perdagangan gas khusus, jasa konstruksi infrastruktur gas, serta penyediaan teknologi dan peralatan pendukung. Diversifikasi layanan ini memperkuat daya tahannya dalam menghadapi dinamika pasar.

Jejak Sejarah Panjang dari Masa Kolonial

Akarnya bisa ditelusuri jauh ke belakang, tepatnya pada tahun 1916. Saat itu, NV WA Hoek Machine en Zuurstof mendirikan pabrik oksigen pertama di Jakarta, yang menjadi fondasi awal industri gas di Indonesia. Perkembangan berlanjut dengan pendirian pabrik di Surabaya dan Bandung, serta kehadiran perusahaan lain dari Belanda, NV Javasche Koelzoor, pada 1958.

Pasca kemerdekaan, kedua aset peninggalan kolonial tersebut dinasionalisasi dan kemudian dilebur pada 1971 menjadi PT Aneka Gas Industri (Persero) di bawah Departemen Perindustrian. Perjalanan kepemilikan perusahaan sempat berliku, melibatkan investor asing dari Jerman, sebelum akhirnya kembali ke tangan dalam negeri.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar