MURIANETWORK.COM - Pemerintah Provinsi Banten mengalokasikan anggaran sebesar Rp 36,66 miliar untuk menghadirkan delapan unit klinik keliling canggih bagi RSUD Banten. Pengadaan ini, yang rencananya terealisasi pada Maret 2026, bertujuan menjangkau layanan kesehatan esensial hingga ke daerah-daerah terpencil. Klinik keliling ini dirancang bukan sebagai ambulans biasa, melainkan sebagai unit layanan kesehatan bergerak yang dilengkapi teknologi telemedicine untuk konsultasi langsung dengan dokter spesialis di rumah sakit.
Anggaran dan Rencana Pengadaan
Rencana pengadaan tersebut tercatat dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Pemprov Banten dengan dua paket utama. Paket A memiliki pagu anggaran Rp 18,95 miliar, sementara Paket B dialokasikan dana sebesar Rp 17,71 miliar. Masing-masing paket akan digunakan untuk pengadaan empat unit kendaraan klinik keliling, dengan target seluruh proses kontrak dan pemanfaatan selesai pada Maret 2026 mendatang.
Lebih dari Sekadar Ambulans
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, menekankan bahwa unit yang akan dihadirkan memiliki fungsi dan kemampuan yang jauh melampaui ambulans konvensional. Inovasi ini merupakan bagian dari upaya konkret mewujudkan visi Banten Sehat.
"Bukan ambulans. Pengadaan ini adalah mobile clinic berbasis telemedicine. Ini merupakan inovasi Pemerintah Provinsi Banten dalam bidang kesehatan untuk mewujudkan Banten Sehat. Jadi bukan sekadar ambulans. Karena itu, jangan melihatnya sebagai ambulans biasa," tegas Ati pada Jumat (20/2/2026).
Fasilitas dan Teknologi Canggih di Dalamnya
Setiap unit klinik keliling akan dibekali dengan peralatan medis lengkap untuk penanganan beragam kondisi. Fasilitas tersebut mencakup ventilator untuk keadaan gawat darurat, alat USG guna memantau kesehatan ibu hamil, serta portable rontgen yang dapat mendukung pemeriksaan penyakit seperti Tuberculosis (TB). Tak ketinggalan, perangkat elektrokardiogram (EKG) dan mini laboratorium juga tersedia untuk skrining penyakit tidak menular.
Keunggulan utamanya terletak pada integrasi semua peralatan tersebut dengan sistem telemedicine. Hal ini memungkinkan konektivitas langsung dengan rumah sakit yang memiliki dokter spesialis di seluruh Banten.
Artikel Terkait
Trump Kritik NATO dan Sekutu Asia, Sebut Kehadiran Militer AS Sebagai Pengorbanan
Wapres Gibran Tinjau Langsung Dampak Gempa M 7,6 di Sulawesi Utara
Jasa Raharja Tegaskan Etika dan Kepatuhan sebagai Fondasi Keberlanjutan Bisnis
Gubernur Jabar Bayar Dua Bulan Gaji Tertunggak Karyawan Kebun Binatang Bandung