Presiden Prabowo Luncurkan Gerakan Nasional ASRI untuk Benahi Lingkungan

- Jumat, 20 Februari 2026 | 18:15 WIB
Presiden Prabowo Luncurkan Gerakan Nasional ASRI untuk Benahi Lingkungan

MURIANETWORK.COM - Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan gerakan nasional "ASRI" (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai arah kebijakan baru untuk membenahi kondisi lingkungan di seluruh Indonesia. Peluncuran ini disampaikan dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (20 Februari 2026), dengan target perbaikan menyeluruh mulai dari tingkat desa hingga ibu kota negara.

Komitmen Perubahan Cepat dan Nyata

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa pembenahan lingkungan merupakan bagian integral dari komitmen pemerintah untuk melakukan perbaikan di berbagai sektor. Ia meminta seluruh jajaran pemerintahan untuk bergerak cepat dan menunjukkan hasil yang konkret dalam waktu yang sesingkat mungkin. Tekad ini mencakup aspek kebersihan di seluruh tingkatan wilayah administratif.

"Termasuk kebersihan setiap desa, kecamatan, kota, kabupaten, ibu kota provinsi, dan ibu kota negara. Saya minta dalam waktu sesingkat-singkatnya kita akan buktikan," tegasnya.

Fokus pada Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi

Presiden secara khusus menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang membutuhkan penanganan sistematis. Ia mengapresiasi inovasi sejumlah lembaga pendidikan yang telah mengembangkan alat daur ulang dan pemusnah sampah skala kecil yang ramah lingkungan. Teknologi semacam ini diharapkan dapat diimplementasikan hingga ke tingkat kelurahan dan kecamatan.

"Tidak merusak, tidak menimbulkan bau, yang cukup dalam skala-skala kecil. Kita berharap ada alat-alat itu di setiap kelurahan kita, di setiap kecamatan kita. Sehingga tidak perlu jauh-jauh ke TPA. Sampah diselesaikan di tingkat yang terendah. Ini kita akan laksanakan tahun ini juga," ujar Prabowo.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar