Lestari Moerdijat, atau yang akrab disapa Rerie, punya perhatian khusus terhadap pendidikan anak-anak kita. Sebagai Wakil Ketua MPR RI, ia mendorong keras agar layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) benar-benar merata, sampai ke pelosok desa sekalipun. Baginya, ini bukan sekadar program, tapi langkah strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang tangguh di masa depan.
“Stimulus pendidikan sejak dini sangat dibutuhkan,” tegas Rerie dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/2/2026).
Ia menjelaskan, fondasi belajar yang kuat harus ditanamkan sedini mungkin. Hanya dengan begitu, setiap anak bangsa punya peluang menjadi generasi penerus yang benar-benar berdaya saing.
Sayangnya, realita di lapangan masih jauh dari harapan. Menurut data Center of Strategic and International Studies (CSIS) per Agustus 2025, angka-angkanya cukup mencengangkan. Dari sekitar 82.000 desa di Indonesia, hampir 20.000 di antaranya masih gelap gulita belum tersentuh layanan PAUD sama sekali.
Persoalannya tak cuma soal ada atau tidak ada. Kualitas juga jadi pekerjaan rumah besar. Coba lihat hasil akreditasi Persatuan PAUD pada tahun yang sama. Dari seluruh Taman Kanak-Kanak, baru 73% yang berhasil dapat akreditasi B. Angkanya lebih memprihatinkan untuk Kelompok Bermain, cuma 50%, dan Tempat Penitipan Anak di angka 67% untuk level akreditasi yang sama.
Menurut analisis CSIS, akar masalahnya ada di dua hal: akses yang terbatas dan kebijakan pendukung yang masih lemah. Dua hal ini membuat penyelenggaraan PAUD sulit merata secara nasional.
“Ini harus segera ditindaklanjuti,” seru Rerie.
Artikel Terkait
Trump Kritik NATO dan Sekutu Asia, Sebut Kehadiran Militer AS Sebagai Pengorbanan
Wapres Gibran Tinjau Langsung Dampak Gempa M 7,6 di Sulawesi Utara
Jasa Raharja Tegaskan Etika dan Kepatuhan sebagai Fondasi Keberlanjutan Bisnis
Gubernur Jabar Bayar Dua Bulan Gaji Tertunggak Karyawan Kebun Binatang Bandung