Ledakan Petasan Ilegal di Situbondo Tewaskan Satu Warga dan Rusak Belasan Rumah

- Jumat, 20 Februari 2026 | 21:00 WIB
Ledakan Petasan Ilegal di Situbondo Tewaskan Satu Warga dan Rusak Belasan Rumah

MURIANETWORK.COM - Sebuah ledakan petasan yang terjadi di Desa Mimbo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, menewaskan satu orang dan merusak belasan rumah. Peristiwa yang mengguncang kawasan permukiman itu terjadi pada Jumat (20/2/2026), dengan sumber ledakan dipastikan berasal dari aktivitas pembuatan petasan ilegal. Polisi menemukan lubang cukup dalam di lokasi kejadian serta barang bukti yang mengindikasikan skala produksi yang tidak kecil.

Ledakan Berdampak Luas Meski Termasuk Kategori Rendah

Meski dikategorikan sebagai bahan peledak rendah atau low explosives, ledakan tersebut ternyata membawa konsekuensi yang sangat serius. Dampaknya terlihat nyata: satu nyawa melayang dan dua belas rumah mengalami kerusakan parah. Di lokasi kejadian, tim penyidik menemukan sebuah lubang dengan diameter lebih dari setengah meter, sebuah bukti fisik yang menggambarkan kekuatan dari ledakan yang terjadi.

Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie menjelaskan karakteristik ledakan tersebut. "Ini sebenarnya masih kategori low explosives, masih rendah. Meski tetap membawa dampak, baik jiwa maupun material," ujarnya.

Barang Bukti dan Kondisi Korban

Dari penggeledahan di tempat kejadian perkara, petugas tidak hanya menemukan kawah ledakan. Mereka juga mengamankan sejumlah barang bukti yang menunjukkan adanya proses perakitan petasan dalam volume yang cukup besar. Temuan ini mengarahkan penyelidikan pada aktivitas produksi ilegal di kawasan permukiman padat penduduk.

Sementara itu, korban yang selamat masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kondisi mereka dinilai cukup kritis akibat luka bakar yang diderita.

Kapolres Bayu Anuwar Sidiqie memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kondisi para korban. "Para korban masih dalam perawatan intensif di rumah sakit. Masih syok, belum bisa dimintai keterangan. Luka bakar di atas 50 persen," jelasnya.

Korban Meninggal Bukan Pelaku

Informasi terbaru dari penyelidikan justru mengungkap fakta yang lebih tragis. Korban meninggal, yang diketahui bernama Suryadi (50), ternyata bukanlah orang yang membuat atau menangani petasan. Pria paruh baya itu adalah tetangga sekitar yang kebetulan sedang melakukan perbaikan pintu gudang miliknya, yang letaknya tidak jauh dari pusat ledakan. Ia menjadi korban yang tidak bersalah dalam insiden berbahaya ini.

Peristiwa ini kembali menyoroti bahaya laten dari produksi petasan ilegal yang sering kali dilakukan di lingkungan rumah tangga, tanpa memperhitungkan standar keamanan. Risikonya tidak hanya mengancam pelaku, tetapi juga warga sekitar yang sama sekali tidak terlibat.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar