Gubernur DKI Sebut Banjir Jakarta Dipicu Hujan Deras dan Air Kiriman dari Tangerang Selatan

- Jumat, 20 Februari 2026 | 22:15 WIB
Gubernur DKI Sebut Banjir Jakarta Dipicu Hujan Deras dan Air Kiriman dari Tangerang Selatan

MURIANETWORK.COM - Genangan air setinggi hingga 1,5 meter melanda sejumlah wilayah di Jakarta pada Jumat (20/2/2026). Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa banjir ini tidak hanya disebabkan oleh curah hujan tinggi di wilayah Ibu Kota, tetapi juga akibat kiriman air dari daerah hulu di Tangerang Selatan.

Penyebab Utama: Hujan Deras dan Air Kiriman

Pramono Anung mengonfirmasi bahwa fenomena alam ini dipicu oleh faktor gabungan. Di satu sisi, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Jakarta. Namun, faktor yang cukup signifikan adalah aliran air dari wilayah Tangerang Selatan yang masuk ke dalam sistem drainase Jakarta, sehingga memperparah genangan yang ada.

“Jadi tadi saya sudah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Sumber Daya Air. Memang sekarang ini yang terjadi di Jakarta karena curah hujan tinggi di atas, terutama sebenarnya yang daerah Tangerang, Tangerang Selatan, itu memang airnya sebagian mulai masuk ke Jakarta,” jelas Pramono saat ditemui awak media di Jakarta Selatan.

Upaya Penanggulangan yang Dikerahkan

Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengerahkan sejumlah upaya teknis. Salah satu langkah utama adalah penyiapan dan pengoperasian pompa air di titik-titik rawan untuk mempercepat pengeringan. Gubernur berharap, dengan tidak adanya fenomena rob yang bersamaan, air genangan dapat segera surut.

“Itulah yang menyebabkan apa ada beberapa terjadi genangan. Tetapi kami sudah menyiapkan pompa, dan mudah-mudahan tidak berlangsung lama karena ini kan kebetulan lautnya juga tidak mengalami rob sehingga dengan demikian airnya bisa segera turun ke bawah,” tambahnya.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar