MURIANETWORK.COM - Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melaporkan adanya peningkatan eskalasi gangguan keamanan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada awal tahun ini. Menanggapi kondisi tersebut, aparat melakukan penindakan tegas dengan menangkap sejumlah daftar pencarian orang (DPO) yang menjadi prioritas. Dalam rentang waktu November 2025 hingga Februari 2026, telah diamankan 12 tersangka, termasuk dua individu kunci yang baru saja diringkus.
Penangkapan Dua DPO Prioritas
Operasi terbaru tim gabungan berhasil mengamankan dua orang yang diduga memiliki peran sentral dalam berbagai aksi kekerasan di wilayah Yahukimo. Keduanya adalah Homi Heluka dan Simak Kipka. Penangkapan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mengurai benang kusut insiden-insiden yang telah terjadi.
Homi Heluka dibekuk atas dugaan keterlibatan dalam serangkaian tindak pidana berat. Rentetan kasus yang dibebankan kepadanya mencakup penembakan anggota Polri di Jalan arah Logpon pada 2022 yang berujung maut, pembakaran mobil Sat Binmas di Jalan Paradiso pada Januari 2025, hingga pembunuhan seorang warga pendulang emas pada April di tahun yang sama. Ia juga diduga terlibat dalam penembakan anggota Kodim pada Juni 2025 serta penganiayaan berat dan penembakan terhadap warga sipil pada Februari 2026.
Sementara itu, Simak Kipka ditangkap terkait peristiwa pembakaran mobil Mitsubishi Triton milik Kepala Desa Almadi. Insiden itu terjadi pada 18 Februari 2026 di sekitar kompleks Kantor DPRD Yahukimo.
Artikel Terkait
PSG Kalahkan Liverpool 2-0, Kokohkan Posisi Jelang Leg Kedua
Harga Emas Perhiasan Tembus Rp2,4 Juta per Gram pada 9 April 2026
Kisah Mardi Rambo dan Pengorbanan Prajurit Garuda di Medan Perdamaian
Promotor Ungkap Tantangan Yakinkan Patrick Kluivert Tampil Lagi di Indonesia