Pasar Tenaga Kerja AS Mandek, Tapi Tingkat Pengangguran Justru Menyusut

- Minggu, 11 Januari 2026 | 20:42 WIB
Pasar Tenaga Kerja AS Mandek, Tapi Tingkat Pengangguran Justru Menyusut

Lapangan kerja di Amerika Serikat hampir tak bergerak di bulan Desember. Bahkan, beberapa sektor kunci justru memangkas tenaga kerja. Tapi, ada yang menarik: angka pengangguran malah turun tipis ke 4,4 persen. Ini menunjukkan pasar tenaga kerja belum ambruk, meski sinyal-sinyal kelemahan sudah mulai terlihat.

Menurut laporan Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis Jumat lalu, sektor konstruksi, ritel, dan manufaktur jadi penyumbang utama hilangnya lapangan kerja. Namun begitu, penurunan tingkat pengangguran itu memberi isyarat bahwa pelemahan ini masih bisa dikatakan terkendali. Laporan itu juga mencatat pertumbuhan upah yang tetap solid sebuah fakta yang memperkuat dugaan banyak ekonom bahwa The Fed kemungkinan akan menahan suku bunga dalam rapat akhir Januari nanti.

Nah, apa penyebabnya? Banyak ekonom menyoroti kebijakan perdagangan dan imigrasi agresif dari pemerintahan Trump. Kebijakan itu disebut-sebut menekan baik sisi permintaan maupun penawaran tenaga kerja. Di sisi lain, ketidakpastian juga melanda banyak perusahaan. Mereka memilih untuk menahan diri dalam merekrut, sambil mencermati kebutuhan nyata mereka ke depan. Investasi besar-besaran pada teknologi kecerdasan buatan (AI) turut mempengaruhi keputusan ini, mengubah cara perusahaan beroperasi.

Fenomena aneh pun terjadi: ekonomi AS tumbuh, tapi lapangan kerja tak ikut meroket. Di kuartal ketiga, produktivitas pekerja melonjak. Pemanfaatan AI diduga jadi salah satu pendorongnya.

“Semua data mengarah pada tingkat pengangguran yang lebih rendah. Ini seharusnya meredam desakan The Fed baru-baru ini untuk menopang pasar tenaga kerja yang dianggap melemah,” kata Olu Sonola, kepala riset ekonomi AS di Fitch Ratings.

“Meski demikian, cerita pertumbuhan lapangan kerja yang lemah tidak dapat diabaikan. Perekrutan masih stagnan, dan pertumbuhan lapangan kerja di sektor ekonomi siklikal tidak memberikan sinyal yang menggembirakan,” imbuhnya.

Secara angka, situasinya cukup suram. Biro Statistik Tenaga Kerja AS mencatat, pekerjaan non-pertanian hanya bertambah 50.000 di Desember. Angka ini jauh lebih rendah dari revisi November, yang sudah turun 56.000. Padahal, survei Reuters sebelumnya memperkirakan penambahan sekitar 60.000.


Halaman:

Komentar