KITA TIDAK BOLEH PERMISIF PADA PENGKHIANATAN
Oleh: Ahmad Khozinudin
Sastrawan Politik
Sebenarnya, pengkhianatan itu tak merugikan siapa-siapa selain si pelaku sendiri. Bagi para pejuang, kepergian seorang pengkhianat justru bisa jadi berkah tersembunyi. Kenapa? Karena kehadiran mereka cuma menambah beban, bukan memberi nilai tambah apa-apa bagi perjuangan.
Namun begitu, sikap kita terhadap pengkhianatan haruslah tegas. Tidak boleh ada toleransi. Ini bukan semata soal menghukum, tapi lebih pada memberi pelajaran. Agar umat dan generasi mendatang paham betul: menjadi pengkhianat adalah aib yang memalukan. Titik.
Jangan sekali-kali kita terbuai, lalu merasa iba melihat nasib mereka. Apalagi sampai bangga. Gemerlap harta dunia yang mereka raup dari khianat mobil mewah, uang miliaran, atau kebebasan semu itu semua adalah noda. Tugas kita membongkar dan membeberkan noda itu, bukan mengaguminya.
Perbuatan semacam itu memang memuakkan. Dan kita harus ajak semua orang untuk merasa muak.
Siapa pun yang memberi restu pada pengkhianatan, pada hakikatnya dia juga pengkhianat. Saat Allah masih menutup aib seseorang, itu adalah kesempatan emas untuk bertaubat. Tapi jika Allah membukanya, yakinlah itu adalah bentuk azab.
Di sisi lain, pengkhianat itu tak cuma yang terlihat di permukaan. Masih banyak yang bersembunyi di balik layar. Mereka semua perlu diingatkan: segeralah bertaubat.
Meski berselimut jubah kesalehan atau tampil sebagai orang alim, pengkhianatan tetaplah aib yang tak terbantahkan. Karena itu, jangan pernah bersikap lunak. Tidak ada kompromi untuk hal ini.
Fokus kita jangan sampai teralihkan. Jangan habiskan energi hanya untuk mengurusi para pengkhianat. Tapi arahkan tenaga untuk membenahi umat dan melawan kezaliman yang nyata. Lagi pula, pengkhianat hanya akan merugikan dirinya sendiri.
Wahai umat, teruslah bergerak. Kobarkan amar makruf nahi mungkar, lawan setiap bentuk kelaliman.
Selalu waspada. Jadikan syariah Islam sebagai pedoman utama, jangan sampai terjebak taklid buta atau mengkultuskan individu tertentu.
Niatkan perjuangan ini hanya karena Allah. Mohonlah petunjuk dan pertolongan-Nya. Terus berjuang tanpa henti.
Allahu Akbar!
Artikel Terkait
Guru Besar Unhan Tegaskan Modernisasi Pertahanan Indonesia Sudah Jadi Kebutuhan Mutlak
PSM Makassar Bertekad Bangkit Hadapi Persik di Laga Krusial
Makassar Wajibkan Jukir Miliki KTP Lokal, Sinergi dengan Camat dan Lurah Diperkuat
Tangis Haru Calon Siswa Sekolah Rakyat Pecah di Pundak Seskab Teddy