Mulai tahun ajaran 2026, Prancis berencana melarang anak-anak di bawah 15 tahun mengakses platform media sosial. Rancangan undang-undang yang didukung penuh oleh Presiden Emmanuel Macron ini rencananya akan mulai dibahas di parlemen pada awal tahun yang sama. Targetnya, larangan itu bisa benar-benar berlaku pada September 2026.
Langkah ini sepertinya terinspirasi dari kebijakan Australia, yang baru saja memberlakukan larangan serupa untuk anak di bawah 16 tahun sejak Desember lalu. Macron sendiri, dalam beberapa kesempatan terakhir, terlihat sangat bersemangat untuk segera menyusul langkah negara persemakmuran itu.
“Semakin banyak screen time, semakin turun prestasi sekolah. Semakin banyak screen time, semakin meningkat masalah kesehatan mental,” tegas Macron dalam sebuah debat publik di Saint-Malo awal bulan ini.
Dia bahkan punya analogi yang cukup gamblang untuk menggambarkan kekhawatirannya. Menurutnya, membiarkan anak muda bebas berselancar di media sosial ibarat membiarkan seorang remaja langsung menyetir mobil balap Formula One tanpa pernah belajar mengemudi.
“Saya tidak ingin dia memenangkan balapan. Saya hanya ingin dia keluar dari mobil itu. Ajari dulu aturan lalu lintasnya, pastikan mobilnya berfungsi, dan latih dia mengemudi dengan mobil yang berbeda,” ujar Macron.
Nah, larangan yang sedang disiapkan ini nggak cuma soal media sosial. RUU yang drafnya sudah rampung itu juga memuat dua poin utama. Pertama, tentu saja larangan akses medsos untuk anak di bawah 15 tahun. Kedua, pelarangan penggunaan ponsel di sekolah menengah atas (SMA), tempat siswa berusia 15 hingga 18 tahun belajar. Padahal, ponsel sudah lebih dulu dilarang di sekolah dasar dan menengah pertama.
Artikel Terkait
Kemenperin Genjot Kawasan Industri Tematik, Bidik Status Proyek Strategis Nasional
Nyaris Tertinggal Kereta, Sebuah Drama Pagi di Solo yang Berakhir Damai di Bandung
Lebih dari 311 Ribu Kendaraan Serbu Tol Jabotabek Menyambut Libur Tahun Baru
China Pasang Tarif 55% untuk Impor Daging Sapi, Lindungi Peternak Lokal