MURIANETWORK.COM - Pemerintah Indonesia mendorong percepatan penerbitan visa untuk hampir 3.000 calon pekerja migran yang ditargetkan tiba di Bulgaria pada awal April 2026. Upaya ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, dalam pertemuan dengan Duta Besar Bulgaria untuk Indonesia, Tanya Dimitrova, di Jakarta, Jumat (20/2/2026). Pertemuan bilateral ini tidak hanya membahas penyelesaian kendala administratif, tetapi juga menjajaki perluasan kerja sama penempatan pekerja ke sektor-sektor baru dengan payung hukum yang lebih jelas.
Permintaan Tinggi dan Tantangan Visa
Lonjakan permintaan tenaga kerja Indonesia di Bulgaria, terutama di bidang hospitaliti, mendorong pertemuan tingkat tinggi ini. Namun, di balik peluang tersebut, proses penerbitan visa yang berbelit masih menjadi hambatan nyata. Keterlambatan ini berisiko menggagalkan jadwal keberangkatan ribuan pekerja yang telah direncanakan.
Christina Aryani secara khusus meminta dukungan diplomatik untuk menyelesaikan kemacetan ini. Dalam pertemuan yang berlangsung di Kedutaan Besar Bulgaria itu, ia menyoroti urgensi waktu dan besarnya jumlah pekerja yang terlibat.
"Hari ini kami meminta dukungan Ibu Duta Besar agar proses visa di Kedutaan Besar Bulgaria di Indonesia dapat dipercepat, mengingat pekerja sektor hospitality harus tiba di Bulgaria pada April, sementara jumlahnya cukup besar," ujar Christina.
Sebagai langkah konkret, Kementerian P2MI juga telah mengoordinasikan dengan KBRI di Sofia untuk mempercepat verifikasi job order, sehingga tahapan sebelum penerbitan visa bisa lebih lancar.
Artikel Terkait
BPBD DKI Tegaskan Semua ASN WFO, Tak Ada Pengecualian WFH
Oracle PHK Ribuan Karyawan demi Investasi AI, Tapi Gaji CFO Baru Capai Miliaran Rupiah
BEI Ungkap 9 Emiten dengan Kepemilikan Saham Terlalu Terkonsentrasi
Presiden Prabowo Dikawal Enam Jet Tempur dalam Penerbangan ke Magelang, Sambut HUT ke-80 TNI AU