Menko Polkam dan Mendagri Tinjau Langsung Program Sekolah Rakyat di Kendari

- Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:45 WIB
Menko Polkam dan Mendagri Tinjau Langsung Program Sekolah Rakyat di Kendari

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chainago, bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, meninjau langsung pelaksanaan program Sekolah Rakyat tingkat Sekolah Menengah Pertama di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu lalu. Kunjungan kerja dua pejabat tinggi negara itu merupakan bagian dari upaya memastikan program strategis nasional di bidang pendidikan berjalan sesuai rencana di daerah. Kedua menteri didampingi oleh Penjabat Gubernur Sulawesi Tenggara dan Penjabat Wali Kota Kendari selama berada di lokasi.

Kepala Dinas Sosial Sulawesi Tenggara, Parinringi, mengungkapkan bahwa agenda utama para menteri adalah memverifikasi konsistensi implementasi program yang telah dicanangkan pemerintah pusat. “Salah satu agenda kunjungan beliau adalah memastikan bahwasanya Sekolah Rakyat yang ada di Kendari ini berjalan sesuai dengan apa yang telah diprogramkan,” ujarnya saat ditemui di Kendari. Dalam kesempatan itu, Menko Polkam juga memberikan arahan dan motivasi langsung kepada para siswa, orang tua murid, serta tenaga pendidik agar tetap bersemangat dan konsisten mengikuti seluruh proses belajar mengajar.

Selain melakukan peninjauan, rombongan menteri turut menyerahkan bantuan fasilitas untuk menunjang aktivitas harian dan sarana olahraga di sekolah berbasis asrama tersebut. Parinringi merinci bantuan yang diberikan, antara lain dua unit lemari es, tiga unit dispenser, serta perlengkapan olahraga seperti raket bulu tangkis, bet tenis meja, bola futsal, dan tiang gawang futsal mini. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan mendukung pengembangan bakat siswa di luar kegiatan akademik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara, Aris Badara, menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mengawal keberlanjutan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program strategis nasional. “Kami di daerah tentu siap mendukung. Dinas Pendidikan berkolaborasi dengan Dinas Sosial selalu menyokong kegiatan ini. Sesuai arahan Bapak Gubernur, kami wajib mendukung penuh program-program strategis nasional yang ada di Indonesia,” katanya. Kolaborasi lintas instansi ini menjadi kunci dalam menjaga kualitas dan kesinambungan program.

Terkait kapasitas, sekolah tersebut saat ini menampung 49 siswa untuk jenjang SMP. Ke depan, pemerintah telah menyiapkan rencana relokasi ke fasilitas yang lebih memadai guna menjaring lebih banyak peserta didik. “Siswa yang ada di sini sekarang berjumlah 49 orang untuk tingkat SMP, yakni SMP 25. Sembari berjalan, sekolah ini nantinya akan pindah ke gedung baru yang lebih siap untuk menerima siswa baru,” jelas Aris Badara. Langkah ini diambil untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan bagi lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu.

Mengingat Sekolah Rakyat menerapkan sistem berasrama, pihak sekolah tetap memberikan ruang bagi interaksi keluarga. Para orang tua murid difasilitasi untuk menjenguk anak-anak mereka secara berkala. “Sistemnya asrama, dan seperti yang kita lihat bersama tadi, para orang tua datang berkunjung. Secara periodik mereka akan datang untuk mengunjungi anak-anaknya di sini,” tambah Aris Badara. Pendekatan ini dirancang agar siswa tetap mendapatkan dukungan emosional dari keluarga tanpa mengganggu kedisiplinan dan fokus pendidikan di lingkungan asrama.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar