Suasana haru langsung terasa begitu Hotman Paris Hutapea bertemu dengan orang tua Fandi Ramadan. Anak buah kapal itu terancam hukuman mati karena kasus penyelundupan sabu hampir dua ton di Batam. Air mata ibunya, Nirwana, tak terbendung.
Dengan suara tersendat, wanita 48 tahun itu memohon.
Ucapnya dalam konferensi pers di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat lalu. Menurutnya, Fandi dibesarkan dari jerih payah mereka sebagai nelayan. Mustahil, katanya, anaknya itu terlibat jaringan narkoba.
Fandi ternyata tulang punggung keluarga. Gajinya sebagai ABK kerap dibagi untuk membiayai hidup kelima adiknya. Itu yang membuat Nirwana sama sekali tak terima. Dia bahkan bersedia menggantikan posisi anaknya di hadapan hukum.
Kisahnya berlanjut. Fandi berangkat ke Thailand awal Mei tahun lalu, menginap di hotel sekitar sepuluh hari menunggu kapal. Baru pada 13 Mei, dia bersama kapten dan ABK lain naik ke Sea Dragon untuk mulai bekerja.
Artikel Terkait
PMI asal Jembrana Ditangkap di Florida Terkait Dugaan Kekerasan Seksual
Bunuh Diri Martim Fernandes Bawa Nottingham Forest Imbangi Porto di Liga Europa
Trump Tegaskan Pasukan AS Tak Akan Ditarik dari Iran Sebelum Kesepakatan Dipatuhi
Wamen Transmigrasi Resmikan Pembangunan Tanggul dan Rehab Sekolah di Gorontalo Utara