MURIANETWORK.COM - Thariq Halilintar memberikan peringatan keras dan mengancam akan menempuh jalur hukum terhadap warganet yang menghina putra semata wayangnya, Ahmad Arash Omara Thariq, yang masih berusia delapan bulan. Ancaman ini muncul sebagai respons atas komentar pedas di media sosial yang menyudutkan sang bayi, yang diduga dipicu oleh beredarnya rumor mengenai Aurel Hermansyah dalam acara keluarga.
Komentar Pedas yang Memicu Kemarahan
Kemarahan Thariq Halilintar tersulut setelah menemui komentar yang dinilai telah melampaui batas. Melalui unggahan di Instagram story, pria berusia 27 tahun itu memperlihatkan tangkapan layar dari seorang netizen yang secara terbuka menyebut putranya sebagai sumber masalah.
"Emang Arash biang keroknya. Coba Arash enggak lahir di dunia ini pasti enggak ada huru-hara," tulis akun Instagram Rinass Rindiani.
Ujaran tersebut langsung ditanggapi dengan serius oleh Thariq. Alih-alih hanya mengabaikannya, ia justru memberikan peringatan tegas yang menunjukkan keseriusannya untuk melindungi keluarga.
Ancaman Jalur Hukum dari Thariq
Tak main-main, Thariq Halilintar menyatakan kesiapannya untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum. Balasannya terhadap komentar netizen itu singkat namun penuh makna, mengisyaratkan proses hukum yang mungkin akan dijalani.
"Ayo tunggu tanggal main saja Rinass," ujarnya.
Pernyataan ini bukan hanya sekadar gertakan di dunia maya, melainkan mencerminkan langkah proaktif seorang publik figur dalam menghadapi cyberbullying yang menyasar anggota keluarga yang tidak bersalah, terlebih seorang bayi.
Dukungan dan Amarah Seorang Ibu
Kemarahan serupa juga diluapkan oleh Aaliyah Massaid, istri Thariq. Sebagai seorang ibu, ia merasa sangat tersinggung dengan upaya warganet yang menyeret nama anaknya ke dalam konflik antar dewasa. Melalui broadcast Instagram, Aaliyah menyuarakan kekecewaan dan perlawanannya dengan nada yang emosional namun tegas.
"Kalian boleh bicara omong kosong sesuka kalian. Tapi jauhkan Arash dari semua itu. Dia hanya bayi, ANAKKU! Aku berharap, siapapun yang menghina anakku mendapatkan balasan sepadan. Unbelievable," ungkap Aaliyah.
Protesnya menyoroti sebuah prinsip penting: betapa tidak etisnya melibatkan anak kecil, yang sama sekali tidak memahami situasi, dalam perseteruan di ruang digital.
Akarnya: Rumor dan Potongan Informasi
Insiden penghinaan terhadap Baby Arash ini diduga kuat berawal dari beredarnya narasi soal acara tedak siten sang bayi beberapa waktu lalu. Beredar video dan unggahan yang menyebut bahwa Aurel Hermansyah, istri Atta Halilintar, dikucilkan dalam acara keluarga besar tersebut.
Narasi ini semakin kuat setelah Lenggogeni Faruk, ibu dari Atta dan Thariq, membagikan foto-foto acara tedak siten di akun Instagramnya tanpa menampilkan Aurel. Dalam unggahan itu, ia menyebut Arash sebagai 'cucu kesayangannya'. Potongan informasi inilah yang kemudian memicu spekulasi dan, pada akhirnya, disalaharahkan oleh sebagian netizen hingga berani menyasar hinaan kepada seorang bayi.
Situasi ini menggarisbawahi bagaimana rumor dan narasi yang tidak utuh di media sosial dapat dengan cepat berubah menjadi bumerang, bahkan untuk pihak yang paling tidak terlibat sekalipun.
Artikel Terkait
DPR Susun Aturan Pembatasan Akses Digital untuk Anak Usia Sekolah
Nuzulul Quran 2026 Diperingati Dua Tanggal Berbeda di Indonesia
BPS Gelar Verifikasi Lapangan untuk Mutakhirkan Data DTSEN
Menteri HAM Pigai: Penolakan Program Makan Bergizi Gratis Adalah Penentangan HAM