Di bawah langit kelabu Kota Batu, Jumat lalu, Polda Jawa Timur membeberkan kembali adegan-adegan kelam dalam kasus pembunuhan Faradila Amalia Najwa. Mereka melakukan rekonstruksi di tempat kejadian perkara, mengulangi setiap langkah yang diduga dilakukan para pelaku. Faradila sendiri adalah mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang nasibnya berakhir tragis.
Sepuluh adegan diperagakan oleh dua tersangka utama, Bripka Agus dan Suyitno. Prosesnya digambarkan bertahap, sistematis, dan yang paling mengerikan terencana. Dari penguasaan korban hingga akhir hayatnya, semuanya dibongkar ulang di hadapan penyidik. Menurut keterangan, korban tewas karena kehabisan napas.
Lokasi yang dipilih untuk rekonstruksi ini cukup mencolok: Jalan Sumber Brantas di Cangar. Kawasan itu sepi, jauh dari keramaian. Diduga, pelaku sengaja memilih tempat seperti itu agar tak ada yang melihat.
Motif di balik pembunuhan ini ternyata berakar dari hubungan kekerabatan. Faradila dan Agus ternyata masih keluarga. Namun, ikatan darah itu justru berakhir dengan niat jahat. Agus disebutkan sakit hati dan ingin merampas barang-barang milik korban.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, memberikan penjelasan lebih rinci.
“Awalnya, tindakan kekerasan dilakukan oleh Suyitno, tersangka kedua, atas perintah Bripka Agus,” ujarnya.
Tapi ceritanya tak berhenti di situ. “Karena tidak mampu melanjutkan, seluruh eksekusi pembunuhan kemudian dilakukan langsung oleh Agus,” tambahnya dalam siaran pers yang dikutip Jumat (16/1) lalu.
Menurut Arbaridi, tindakan brutal itu punya dua tujuan: melumpuhkan korban dan sekaligus menghilangkan jejak kejahatan.
Menelusuri Jejak Terakhir
Usai di Batu, rekonstruksi tak berhenti. Tim penyidik bergerak lagi. Mereka, bersama Tim Inafis dan Kejaksaan Tinggi Surabaya, melanjutkan ke Wonorejo, Pasuruan. Tempat ini diduga kuat sebagai lokasi pembuangan jenazah Faradila.
“Melalui tahapan ini, penyidik memastikan rangkaian kejadian sesuai dengan temuan forensik serta alat bukti lain yang telah dikumpulkan,” pungkas Arbaridi.
Langkah demi langkah ini diharapkan bisa menyambung kembali fragmen-fragmen kisah yang terputu, mengungkap kebenaran yang sesungguhnya di balik kematian seorang mahasiswi muda.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Sidak Gudang Bulog Magelang, Pastikan Stok Beras Aman
INFID Kritik Garis Kemiskinan BPS dan Anggaran MBG yang Dinilai Tidak Berkelanjutan
Mantan Aktivis Kritik Dominasi Broker Politik dalam Praktik Money Politics
Profesor Hedar Soroti Tantangan Hukum Atasi Dampak Negatif Algoritma