Pemprov DKI Siapkan Mitigasi Pasokan Pangan dan Energi Hadapi Ancaman El Nino

- Minggu, 19 April 2026 | 09:00 WIB
Pemprov DKI Siapkan Mitigasi Pasokan Pangan dan Energi Hadapi Ancaman El Nino

Jakarta bersiap. Ancaman El Nino yang mengintai tak hanya soal cuaca ekstrem, tapi juga berpotensi mengganggu urat nadi kehidupan ibu kota: pasokan pangan dan energi. Pemprov DKI, di bawah Gubernur Pramono Anung, punya sejumlah langkah mitigasi di meja.

Soal pangan, jaring pengaman sudah ditebarkan. Kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah digalakkan untuk memastikan stok bahan makanan, terutama beras, tetap aman.

“Untuk beras dan kebutuhan lainnya, kami sudah bekerja sama dengan pemerintah daerah dan berjalan dengan baik,” jelas Pramono.

Namun begitu, antisipasi tak cuma dilakukan di Jakarta. Pemprov juga mengawasi daerah-daerah produsen pangan yang mungkin terdampak. Bantuan sarana produksi, seperti pompa air, akan disiapkan. Tujuannya satu: menjaga hasil panen petani tetap optimal meski kemarau panjang menghantam.

“Kalau El Nino benar-benar berdampak di sana, bantuan seperti pompa air akan kami berikan,” tambahnya.

Lalu bagaimana dengan pasokan daging? Di sisi lain, Perumda Dharma Jaya akan menambah kuota impor sapi dari Australia. Dari total kuota 7.500 ekor, sekitar 3.000 ekor sudah mendarat. Pramono mendorong realisasi sisa kuota secepatnya.

"Saya izinkan untuk segera dimasukkan. Lebih baik stoknya ada di Jakarta daripada masih menunggu di luar,” tegasnya.

Persoalan lain yang tak kalah pelik adalah energi. Meski kebijakan BBM dan LPG 3 kilogram sepenuhnya wewenang pemerintah pusat, Pemprov DKI berupaya keras mencegah kelangkaan di tingkat masyarakat. Mereka tak ingin antrean panjang atau kepanikan terjadi.

Di tengah semua upaya ini, Pramono juga menyelipkan imbauan. Ia mendorong warga Jakarta untuk lebih memilih transportasi umum. Angkanya cukup meyakinkan: tingkat konektivitas transportasi publik di ibu kota diklaim telah mencapai 93 persen. Langkah kecil yang, jika dilakukan bersama, bisa mengurangi beban lain di tengah ancaman El Nino.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar