Pemerintah Klaim Penuhi 90 Persen Usulan Petani dan Pemda Papua untuk Pengembangan Pertanian

- Jumat, 12 Juni 2026 | 11:00 WIB
Pemerintah Klaim Penuhi 90 Persen Usulan Petani dan Pemda Papua untuk Pengembangan Pertanian

Pemerintah mengklaim telah memenuhi hampir 90 persen dari seluruh usulan yang diajukan oleh perwakilan petani dan pemerintah daerah dari berbagai wilayah di Papua. Pernyataan itu disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai menggelar pertemuan dengan sekitar 200 perwakilan dari Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, hingga Papua Barat Daya di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Forum tersebut dihadiri oleh para gubernur, bupati, kepala dinas, penyuluh pertanian, dan petani. Dalam kesempatan itu, mereka menyampaikan secara langsung berbagai kebutuhan dan aspirasi yang menjadi prioritas pengembangan sektor pertanian di daerah masing-masing.

Mentan Amran mengungkapkan bahwa pemerintah telah mendengarkan secara langsung sejumlah permintaan yang diajukan. Mulai dari pengembangan komoditas padi dan jagung, hingga sektor perkebunan seperti kopi, kakao, pala, sagu, ubi jalar, dan singkong.

“Semua aspirasi kami terima. Mulai dari padi, jagung, kopi, kakao, pala, sagu, ubi jalar, hingga singkong akan kami programkan untuk saudara-saudara kita di Papua,” ujar Amran seusai pertemuan.

Menurutnya, antusiasme masyarakat Papua terhadap pengembangan pertanian terus menunjukkan peningkatan. Hal itu terlihat dari banyaknya daerah yang mengajukan permohonan perluasan areal tanam setelah melihat hasil nyata dari program pertanian yang telah berjalan sebelumnya.

Salah satu permintaan datang dari wilayah perbatasan Papua Selatan. Daerah tersebut mengusulkan tambahan lahan pertanian seluas 30 hektare karena para petani setempat mulai merasakan manfaat dari program yang telah dijalankan pemerintah.

Di sisi lain, sejumlah daerah juga mengajukan dukungan teknis berupa alat dan mesin pertanian, pembangunan irigasi, hingga program cetak sawah baru. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan produksi pangan secara berkelanjutan di kawasan timur Indonesia.

“Papua Selatan misalnya tidak hanya meminta pengembangan padi, tetapi juga jagung, traktor, irigasi, dan cetak sawah. Hampir 90 persen permintaan yang disampaikan hari ini sudah kami penuhi,” katanya.

Amran menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengevaluasi perkembangan program di lapangan. Apabila pelaksanaan dan hasil yang dicapai berjalan optimal, Kementerian Pertanian siap mengakomodasi seluruh kebutuhan yang diajukan daerah.

Ia juga memastikan bahwa jajarannya telah mendapat instruksi untuk segera menindaklanjuti seluruh program yang telah disepakati bersama perwakilan Papua.

“Kami sudah meminta seluruh direktur jenderal agar segera melaksanakan dan memenuhi kebutuhan yang telah disampaikan. Jika progresnya berjalan 100 persen baik, maka seluruh permintaan akan kami dukung, termasuk untuk pengembangan kopi, kakao, dan komoditas lainnya,” tegasnya.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan sektor pertanian di wilayah Papua sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan para petani di kawasan timur Indonesia.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar