Kondisi MWP, bocah laki-laki berusia enam tahun yang menjadi korban perundungan di Taman Kramat, Jakarta Pusat, perlahan menunjukkan pemulihan setelah sempat menjalani perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Meski kesadarannya telah pulih dan ia mulai bisa beraktivitas kembali, trauma psikologis masih membayangi kesehariannya. Sang ayah, B (29), mengungkapkan bahwa anaknya sempat tidak sadarkan diri usai kejadian dan membutuhkan penanganan medis darurat sebelum akhirnya dirujuk ke RSCM.
“Kalau sekarang sih sudah alhamdulillah. Yang pertama-tama mungkin agak trauma. Tapi sekarang sudah bisa ketemu orang, sudah bisa ceria lagi. Alhamdulillah sudah bisa komunikasi, sudah mau makan, nafsu makan juga sudah ada,” kata B saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/6/2026).
Menurut B, dalam beberapa hari pertama setelah sadar, MWP menunjukkan ketakutan yang sangat nyata. Bocah itu enggan bertemu orang lain dan kerap menangis histeris saat berhadapan dengan wajah asing. “Takut ketemu orang. Kalau ketemu orang itu memang benar-benar takut, kabur, nangis. Trauma banget waktu itu,” ujarnya. Kondisi tersebut berlangsung hampir dua hari penuh, membuat sang ayah mengaku sedih menyaksikan perubahan drastis pada perilaku anaknya.
Di sisi lain, pemulihan fisik MWP juga masih berlangsung. B menyebutkan terdapat luka lecet di bagian kaki kanan dan kiri yang diduga akibat gesekan atau sengatan listrik saat insiden terjadi. “Kalau memar sih nggak ada, tapi ada luka di kaki kanan dan kiri. Kayak lecet, bekas-bekas yang mungkin karena kesetrum atau gesekan,” jelasnya. Saat ini, korban masih menjalani kontrol kesehatan secara berkala melalui puskesmas dan rumah sakit untuk memantau perkembangannya.
Sementara itu, ibu korban, V (26), menceritakan bahwa putranya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di taman setelah bermain. Ia segera dilarikan ke rumah sakit dan kemudian dirujuk ke RSCM. “Di RSCM dibawa ke ruang ICU. Sempat tidak sadar dari jam delapan malam sampai jam sepuluh malam. Sempat koma juga dia,” kata V. Meski kondisi fisiknya telah membaik, MWP masih menyimpan ketakutan mendalam untuk kembali ke lingkungan tempat tinggalnya. “Dia bilang, ‘Mama, aku nggak mau pulang ke sana, aku takut’. Takut sama anak-anak, katanya digebuki,” ujar V.
Artikel Terkait
217 Jiwa di Kampung Parakan Muncang, Bogor, Alami Kekeringan Akibat Curah Hujan Menurun
Penggagas AON Jambi Bantah Ojol Jadi Mata-mata Polri, Tegaskan Hubungan Kemitraan Kemanusiaan
Komnas PA Nilai Perundungan Bocah 6 Tahun di Taman Kramat Pulo Sudah Masuk Kategori Kriminal
Tony Robbins Menangis Saat Bertemu Prabowo, Terharu dengan Komitmen Program Makan Bergizi Gratis