Di Aceh, upaya mendistribusikan BBM dan gas tabung untuk korban bencana masih bertumpu pada jalur udara. Kenyataannya, kondisi jalan darat di sejumlah wilayah belum memungkinkan untuk dilalui kendaraan pengangkut logistik.
Menurut Abdul Muhari dari BNPB, ada tiga kabupaten yang paling terdampak: Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. "Akses daratnya masih terbatas," ujarnya, Minggu lalu. "Makanya, dorongan logistik energi khususnya BBM dan LPG itu terus dilakukan via udara."
Pada hari Sabtunya, upaya pengiriman gas sudah berjalan. Lewat tiga kali penerbangan ke Bandara Rembele, sebanyak 180 tabung Elpiji berhasil didistribusikan.
"Kemarin sudah kita sampaikan ada 180 tabung gas LPG yang kita geser ke Bener Meriah," jelas Muhari.
Tabung-tabung itu rencananya akan menjadi tambahan stok untuk dua kabupaten, Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Di sisi lain, untuk bahan bakar minyak, pengiriman mengandalkan pesawat Hercules yang lebih besar. Data per 12 Desember menunjukkan, setidaknya 29 drum BBM atau setara 5,8 ton telah mendarat di lokasi bencana.
Namun begitu, angka itu dinilai belum cukup. "Tentu saja ini akan terus dioptimalkan," kata Muhari menegaskan. Semua upaya udara ini akan terus berlangsung sampai akses melalui jalan darat benar-benar pulih dan bisa dilalui dengan lancar.
Nur Ichsan Yuniarto
Artikel Terkait
Hegseth Tegaskan Gencatan Senjata dengan Iran Masih Berlaku meski Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat
Pengundian Fase Grup Piala Asia 2027 Digelar Akhir Pekan Ini, Indonesia di Pot 4
Timnas Indonesia U-17 Kalahkan China 1-0, Kunci Kemenangan Dramatis di Laga Perdana Piala Asia
Transjakarta Tutup Sementara Halte Manggarai Imbas Proyek LRT, Sediakan Dua Halte Temporer