Banjir Cipulir Pagi Buta, Warga Tak Sempat Sahur dan Putuskan Pindah Usai Lebaran

- Jumat, 20 Februari 2026 | 18:15 WIB
Banjir Cipulir Pagi Buta, Warga Tak Sempat Sahur dan Putuskan Pindah Usai Lebaran

MURIANETWORK.COM - Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta Selatan pada dini hari Jumat (20/2/2026) memicu banjir di kawasan Cipulir, Kebayoran Lama. Genangan air yang datang tiba-tiba dan cepat meninggi memaksa sejumlah warga fokus menyelamatkan harta benda, hingga tak sempat menyantap santap sahur. Kejadian ini mengganggu ibadah puasa mereka dan mengungkap persoalan banjir yang kerap berulang di lokasi tersebut.

Kesibukan Menyelamatkan Barang Saat Air Mendadak Naik

Zoko, salah seorang warga, menggambarkan momen genting itu. Saat adzan subuh berkumandang sekitar pukul 05.00 WIB, air sudah mulai menggenangi rumahnya. Ia pun tak lagi sempat untuk sahur.

"Jam 05.00 WIB, habis sahur ya pas adzan. Saya enggak sempat sahur, sudah wanti-wanti air sudah naik sampai situ," tuturnya.

Dengan sigap, Zoko langsung beraksi mengamankan barang-barang berharga. Mesin cuci, kasur, dan tumpukan pakaian menjadi prioritas untuk diangkat ke tempat yang lebih tinggi, menyelamatkannya dari jangkauan air yang terus merangkak naik.

"Dadakan saja airnya langsung naik cepat. Yang penting baju-baju diangkat dulu, kalau sempat baru kasur," jelasnya.

Kesibukan fisik sejak pagi buta itu membuatnya tak kuat untuk melanjutkan puasa. Tenaganya terkuras untuk berjibaku dengan genangan air yang memenuhi rumah.

Bukan Banjir Tahunan, Tapi Kerap Berulang

Menurut penuturan Zoko, banjir di kawasan tempat tinggalnya ini bukanlah banjir tahunan yang bisa diprediksi. Namun, kejadian serupa kerap muncul setiap kali hujan deras dengan intensitas tinggi melanda dalam durasi panjang, dari siang hingga malam. Dalam tiga tahun terakhir menetap di Cipulir, ia sudah dua kali mengalami musibah serupa.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar