Inara Rusli Ungkap Harapan dan Prioritas di Balik Pilihan Poligami

- Jumat, 09 Januari 2026 | 09:00 WIB
Inara Rusli Ungkap Harapan dan Prioritas di Balik Pilihan Poligami

Di tengah sorotan publik yang tak kunjung reda, Inara Rusli menyatakan kesiapannya. Ia siap menjalani kehidupan berbagi, hidup dalam ikatan poligami bersama Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa. Tak cuma itu, ada harapan yang ia simpan: agar ikatannya dengan Insanul kelak bisa diakui negara secara resmi.

Inara paham betul situasinya. Saat ini, status sebagai istri sah secara hukum masih melekat pada Mawa. Namun begitu, ia tak menampik keinginan pribadinya untuk juga memiliki pengakuan legal yang sama. Sebuah harapan yang ia anggap wajar.

"Saya rasa itu adalah harapan semua istri ya," ujarnya saat ditemui di Bareskrim Mabes Polri, Jumat lalu.

"Harapan semua perempuan juga maunya seperti itu."

Tapi, Inara juga melihat realita yang ada. Menurutnya, saat ini ada hal yang jauh lebih mendesak untuk diurus ketimbang urusan administrasi pernikahan. Prioritas utama mereka berdua adalah menyelesaikan berbagai kasus hukum yang masih membelit.

"Cuman kan kita di sini harus melihat secara fakta," lanjutnya, "bahwa masih ada problem atau masalah yang harus diselesaikan satu persatu nih, terutama di ranah hukum ini."

Keputusan untuk bertahan dalam situasi rumit ini, klaim Inara, diambil setelah melalui pertimbangan matang. Bahkan, ia mengaku mendapat wejangan khusus dari seorang ulama yang dihormatinya. Inti nasihat itu adalah tentang ketaatan istri kepada suami sebagai kepala keluarga.

"Karena saya sudah dapat wejangan, sudah diingatkan sama sosok ulama yang kami hormati ya," jelas Inara.

"Bahwa sebagai istri, apapun keputusan kepala rumah tangga, kita harus tetap taat."

Perempuan yang juga ibu tiga anak ini menegaskan bahwa pilihannya sudah dipikirkan dari awal. Andai kata ia tak siap dengan posisi sebagai istri kedua, ia mengaku pasti sudah memilih untuk mundur jauh-jauh hari.

"Kalau tidak, ya dari awal saya mundur," tegasnya singkat.

Di sisi lain, Inara membantah keras tudingan bahwa dirinya adalah pihak yang merusak rumah tangga Insanul dan Mawa. Justru sebaliknya, dialah yang mendorong Insanul untuk berusaha memperbaiki hubungan dengan sang istri pertama.

"Sedari awal, sedari kasus ini mencuat ke publik juga... saya sudah meminta Insan untuk perbaiki. Perbaiki rumah tangganya," tandasnya.

"Karena saat itu saya melihat... tidak ada "udzur syar'i" untuk diceraikan gitu. Makanya saya melihat selama itu tidak ada "udzur syar'i", ya alangkah baiknya untuk diperbaiki rumah tangganya."

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar