Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan produk Exchange-Traded Fund (ETF) emas pada Senin (10/8). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kehadiran instrumen ini telah melalui kajian panjang selama 10 hingga 15 tahun.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan, peluncuran ini merupakan realisasi dari cita-cita yang sempat tertunda karena berbagai kendala regulasi. "Namun waktu itu belum dimungkinkan saat ini dengan perubahan undang-undang dan lain-lain saat ini kita sudah siap untuk meluncurkan ETF emas di Indonesia," ujarnya dalam acara Peluncuran ETF Emas sekaligus HUT Pasar Modal Indonesia di Gedung BEI, Jakarta, Senin (10/8).
Perempuan yang akrab disapa Kiki ini menjelaskan, ETF emas menjadi bagian dari perluasan pasar bullion dan langkah pendalaman pasar modal secara terintegrasi. Produk ini juga telah mendapatkan kesesuaian prinsip syariah berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).
Menurut Kiki, ETF emas dapat menjadi alternatif investasi yang lebih praktis bagi masyarakat, terutama ibu-ibu. "ETF emas ini sudah mendapatkan kesesuaian prinsip syariah berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. Jadi ini bisa menjadi alternatif utama terutama buat ibu-ibu," lanjutnya.
Keunggulan utama ETF emas adalah kemudahan transaksi karena unitnya diperdagangkan di BEI. Instrumen ini dinilai likuid dan dapat berfungsi sebagai safe haven saat terjadi volatilitas pasar. "Ini merupakan salah satu investasi yang merupakan safe haven ya, pelindung saat mungkin terjadi kemudian volatilitas dan lain sebagainya," sebut dia.
Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat menambahkan, seluruh proses ETF emas berada dalam satu ekosistem yang terintegrasi. "Mulai dari penyediaan emas fisik sebagai aset dasar, pencatatan Electronic Gold Receipt atau EGR di KSEI sebagai representasi kepemilikan elektronik atas emas, hingga perdagangan unit penyertaan ETF emas di Bursa Efek Indonesia," jelasnya.
Sebanyak lima manajer investasi menerbitkan ETF emas, yaitu Trimegah Asset Management, BRI Manajemen Investasi, Mandiri Manajemen Investasi, Syailendra Capital, dan Indo Premier Investment Management.
Artikel Terkait
OJK Tetapkan Alex Widi Kristiono sebagai Calon Komisaris Pengganti BEI
Tiga Emiten Gelar RUPS Hari Ini, Dua Saham Masuk Ex Date
Danantara Dikabarkan Ajukan Minat Beli Saham BEI dalam Rencana Demutualisasi
Saham MPRO Pimpin Daftar Top Losers Pekan Ini, IHSG Tetap Menguat