AS Cegat 55 Kapal Komersial dalam Blokade Laut di Selat Hormuz

- Senin, 10 Agustus 2026 | 11:20 WIB
AS Cegat 55 Kapal Komersial dalam Blokade Laut di Selat Hormuz

Militer Amerika Serikat telah mencegat 55 kapal komersial sebagai bagian dari blokade laut terhadap Iran di Selat Hormuz. Langkah ini merupakan respons atas penutupan selat yang menjadi jalur vital bagi perdagangan minyak dan gas dunia oleh Teheran.

Pusat Komando AS (Centcom) mengerahkan 20 kapal perang ke Timur Tengah untuk memperketat blokade tersebut. Hingga 9 Agustus, Centcom mencatat telah melumpuhkan dua kapal dan menaiki dua kapal lainnya untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan blokade.

"Hingga 9 Agustus, Centcom telah mencegat 55 kapal komersial, melumpuhkan dua kapal, dan menaiki dua kapal untuk memastikan kepatuhan terhadap blokade laut," demikian pernyataan Centcom dalam unggahan di platform media sosial X, seperti dikutip Anadolu Agency pada Senin (10/8/2026).

Centcom merupakan komando tempur gabungan di bawah Departemen Pertahanan AS yang bertanggung jawab atas kawasan Timur Tengah, Asia Tengah, dan Asia Selatan.

Konflik antara Iran dan AS telah berlangsung sejak Februari, ketika Washington dan Tel Aviv melancarkan serangan gabungan ke Teheran. Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan negara-negara Teluk yang menjadi pangkalan militer AS. Selain itu, Teheran menutup Selat Hormuz, yang mengganggu pasokan energi global.

Blokade laut yang menyasar kapal dan pelabuhan Iran merupakan bentuk balasan AS atas penutupan selat strategis tersebut. Sebelumnya, kedua negara sempat mencapai gencatan senjata pada April dan menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni. Kesepakatan itu bertujuan mengakhiri konflik militer dan mencapai perdamaian yang langgeng.

Namun, kesepakatan tersebut kolaps pada bulan lalu, sehingga AS kembali memberlakukan blokade laut. Hingga kini, ketegangan di Selat Hormuz masih berlanjut, dengan risiko terhadap keamanan energi global yang belum mereda.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags