Jumat (20/2/2026) lalu, suasana di kawasan Semanggi terasa berbeda. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi memulai proyek revitalisasi taman ikonis itu dengan sebuah seremoni groundbreaking. Niatnya jelas: menjadikan Taman Semanggi sebagai etalase baru Ibu Kota.
“Mulai hari ini sampai mudah-mudahan tanggal 22 Juni 2027, Jakarta mempunyai etalase baru yang jadi lebih baik. Namanya adalah Semanggi,”
begitu pengumuman Pramono di lokasi proyek. Suaranya terdengar penuh keyakinan.
Kalau dirunut, gagasan tentang Semanggi ini bukan barang baru. Pramono mengingatkan, ide awalnya justru datang dari Presiden pertama kita, Sukarno, way back di tahun 1962. Empat helai daun semanggi yang jadi simbolnya punya makna mendalam: soal konektivitas, transformasi, estetika, dan tentu saja, kehidupan.
Artikel Terkait
Gibran Soroti Pentingnya Modernisasi Alat untuk Dukung Petani Muda di Kupang
Anjloknya KA Bangunkarta di Brebes Kacaukan Lalu Lintas, 27 Perjalanan KA Dibatalkan dan Terhenti
Hakim Pertimbangkan Permohonan Tahanan Rumah untuk Nadiem Makarim
Wagub Kepri Perintahkan Rehabilitasi Total Waduk Sei Jago yang Rusak Parah