SBY Sampaikan Dukungan Penuh dan Pertimbangan Strategis untuk Prabowo Atasi Konflik AS-Israel-Iran

- Kamis, 05 Maret 2026 | 01:15 WIB
SBY Sampaikan Dukungan Penuh dan Pertimbangan Strategis untuk Prabowo Atasi Konflik AS-Israel-Iran

Jakarta, Rabu (4/3/2026) – Ada pesan khusus dari Susilo Bambang Yudhoyono untuk Presiden Prabowo Subianto. Pesan itu disampaikan oleh putranya, Agus Harimurti Yudhoyono, usai SBY menghadiri undangan Presiden di Istana Negara malam sebelumnya. Topiknya serius: konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang sedang memanas.

Menurut AHY, ayahnya memberikan sejumlah masukan. Intinya jelas: dukungan penuh. "Tadi malam beliau menyampaikan mendukung penuh upaya Bapak Presiden dan pemerintah dalam mencari solusi," ujar Ketua Umum Partai Demokrat itu di Hotel Fairmont, Jakarta.

Dia melanjutkan, "Beliau paham tidak mudah. Mungkin yang paling tahu kompleksitas pengambilan kebijakan tertinggi ya beliau-beliau yang pernah menjadi Presiden."

Memang, SBY memahami betul betapa dilematisnya posisi seorang pemimpin negara. Setiap keputusan, kata AHY menirukan sang ayah, pasti berangkat dari pertimbangan mendalam soal kepentingan nasional. Itu mutlak. "Di satu sisi kita punya kepentingan nasional yang harus diperjuangkan. Bisa bicara kedaulatan, keamanan, atau kesejahteraan untuk rakyat kita sendiri," imbuh AHY.

Namun begitu, SBY juga mengingatkan sesuatu. Indonesia tak boleh tutup mata.

Sebagai negara besar dengan populasi muslim terbesar di dunia, plus posisi geografis yang strategis, peran kita dinanti. "Kita tidak bisa apatis, tidak bisa cuek," tandas AHY. Tanggung jawab sebagai warga dunia, katanya, juga harus dijalankan.

Pertemuan di Istana Negara sendiri digelar Selasa malam. Prabowo tak hanya mengundang SBY, tapi semua mantan Presiden dan Wakil Presiden. Hadir pula para ketua umum partai politik di parlemen dan sejumlah mantan Menteri Luar Negeri. Pertemuan itu jelas punya nuansa khusus, mengingat tensi geopolitik global yang sedang tinggi.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar