Bonek Kritik Kebijakan Rekrutmen Pemain Asing Persebaya

- Selasa, 21 April 2026 | 20:00 WIB
Bonek Kritik Kebijakan Rekrutmen Pemain Asing Persebaya
Kritik untuk Persebaya

Kritik Pedas untuk Manajemen Persebaya: Berhenti "Judi" Pemain Asing!

HARIAN, SURABAYA – Suasana di kalangan Bonek lagi gerah. Bukan karena cuaca, tapi karena kebijakan transfer Bajul Ijo yang dinilai seperti berjudi. Kritik pedas mulai berhamburan, menuding manajemen Persebaya Surabaya tak kunjung belajar dari kesalahan masa lalu. Ujung-ujungnya, hasilnya zonk!

Keresahan ini memuncak setelah sebuah akun fanbase, @onlinepersebaya, membeberkan data rekrutmen beberapa musim terakhir. Polanya sama: manajemen dianggap masih suka mengambil risiko tinggi dengan mendatangkan pemain asing yang buta total dengan atmosfer Liga Indonesia. Padahal, track record-nya banyak yang mengecewakan.

“Lebih baik keluar sedikit lebih banyak untuk membajak pemain dari tim lawan yang sudah terbukti, daripada tiap tahun gambling ambil pemain dari luar Liga Indonesia,” tulis unggahan itu.

Intinya, suporter merasa klub ini tak punya arah yang jelas. Kritik ini punya dasar kuat. Pola "judi" pemain asing disebut sudah berlangsung bertahun-tahun, tanpa ada evaluasi yang berarti. Kekecewaan itu terasa mendalam.

“Apakah salah ambil pemain asing dari luar Liga Indonesia? Tidak. Tapi kalian sudah bertahun-tahun gagal,” tegas pernyataan dari akun fanbase tersebut.

Memang, ada beberapa nama yang sukses beradaptasi. Taisei Marukawa, Bruno Moreira, dan Slavko Damjanovic adalah contohnya. Namun, jika dihitung-hitung, jumlah pemain asing yang gagal memenuhi harapan jauh lebih banyak. Di sisi lain, lihat saja rekrutan yang sudah punya jam terbang di kompetisi domestik. Mereka cenderung lebih stabil.

Nama-nama seperti David Da Silva, Makan Konate, hingga Mohammed Rashid adalah buktinya. Faktor adaptasi rupanya kunci utama.

“Pemain yang sudah pernah bermain di Liga Indonesia lebih cepat menyatu dengan permainan tim,” tambah ulasan tadi.

Masalah Klasik yang Tak Kunjung Usai: Dominasi Tanpa Gol

Kritik soal transfer ini makin relevan kalau kita lihat performa terbaru Persebaya. Ambil contoh laga kontra Madura United. Dominasi mereka total, penguasaan bola mencapai 72 persen dengan 23 tembakan. Tapi, cuma enam yang tepat sasaran. Sungguh percuma.

Efektivitas di lini depan kembali jadi momok. Pelatih Bernardo Tavares pun mengakui hal itu. Ketajaman anak asuhnya masih jauh dari kata memuaskan.

“Memang ini menjadi masalah ketika kami tidak bisa mencetak gol. Kami menciptakan banyak peluang, tetapi akurasinya masih kurang. Itu yang harus kami perbaiki,” ujar Tavares dengan nada lesu.

Ia menambahkan, meski permainan sudah bagus, faktor keberuntungan dan insting jadi pembeda. “Terkadang kami kurang beruntung. Ada tembakan yang diblok, ada yang keluar, atau peluang yang tidak berbuah gol,” lanjutnya.

Di Persimpangan Jalan

Bagi Bonek, kemandulan di depan gawang dan kekalahan yang menyakitkan bukanlah kebetulan. Ada benang merah yang menghubungkannya dengan kebijakan transfer yang, maaf, agak ngawur. Rekrut pemain minim pengalaman, dapatlah inkonsistensi di lapangan.

Kini, manajemen dituntut untuk evaluasi total. Rekam jejak pemain di kompetisi domestik harus jadi pertimbangan utama. Biar risiko adaptasi yang makan waktu lama bisa ditekan.

Tekanan dari suporter ini sinyal yang kuat. Bonek ingin Persebaya kembali jadi petarung juara di kasta tertinggi. Bukan cuma jadi laboratorium percobaan untuk pemain asing baru yang belum tentu cocok. (")

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar