Anggota DPR Geram: Jangan Kalah Viral dari yang Sok Pahlawan di Aceh

- Selasa, 09 Desember 2025 | 05:20 WIB
Anggota DPR Geram: Jangan Kalah Viral dari yang Sok Pahlawan di Aceh

DPR lagi-lagi bikin geleng kepala. Alih-alih menyoal pihak yang merusak alam, kemarahan justru diarahkan ke mereka yang turun tangan membantu warga terdampak bencana.

Dalam rapat bersama Menteri Komunikasi dan Informatika, Meutya Hafid, Senin lalu, suara kritik itu muncul dari Endipat Wijaya. Dia anggota Komisi I DPR dari Fraksi Gerindra. Pokok omongannya sederhana: negara sudah bekerja keras, jangan sampai dikalahkan oleh narasi pihak lain yang dianggapnya cuma 'cari muka'.

Endipat menekankan, sejak awal bencana melanda Aceh, negara sudah hadir. Anggaran yang digelontorkan mencapai triliunan rupiah. Ratusan posko dibangun. Bahkan pesawat dikerahkan untuk bantuan darurat. Menurutnya, klaim bahwa pemerintah tidak hadir adalah informasi yang menyesatkan.

Karena itu, dia mendesak Kementerian Kominfo untuk lebih lincah.

"Jadi, kami mohon Ibu (Meutya Hafid), fokus nanti ke depan Komdigi ini mengerti dan tahu persis isu sensitif nasional, membantu pemerintah memberitahukan dan mengamplifikasi informasi-informasi itu, sehingga enggak kalah viral dibandingkan dengan teman-teman yang sekarang ini sok paling-paling di Aceh, di Sumatera, dan lain-lain itu, Bu," pinta Endipat dalam rapat tersebut.

Dia terlihat geram dengan pihak-pihak yang, dalam pandangannya, hanya datang sebentar tapi berlagak jadi pahlawan.

"Ada apa namanya, orang yang cuma datang sekali seolah-olah paling bekerja di Aceh, padahal negara sudah hadir dari awal. Ada orang baru datang, baru bikin satu posko, ngomong pemerintah enggak ada. Padahal pemerintah sudah bikin ratusan posko di sana," sebutnya lagi.

Dan soal bantuan, perbandingannya dianggapnya timpang.

"Orang per orang cuma nyumbang Rp 10 miliar, negara sudah triliunan ke Aceh," tandas Endipat dengan nada tinggi.

Pernyataan politisi itu pun langsung memantik perdebatan. Banyak yang mempertanyakan, kenapa fokusnya justru pada mereka yang membantu, bukan pada akar masalah bencana itu sendiri.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler