Masalah transportasi publik Jakarta kembali jadi sorongan. Kali ini, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, yang angkat bicara. Menurutnya, persoalan ini begitu pelik sampai-sampai banyak warga ibukota yang punya keinginan untuk hengkang.
Ceritanya berawal dari sebuah percakapan biasa. Cak Imin mengaku pernah bertanya pada sepuluh orang warga Jakarta.
"Saya tanya 10 orang, 'Kamu pengen pindah dari Jakarta nggak?' 10-10 nya pengen pindah dari Jakarta," ujarnya.
Lalu apa penyebabnya? Rupanya, pengalaman buruk mereka nyaris seragam: pulang kerja, turun dari stasiun MRT, lalu terpuruk karena tak menemukan moda transportasi apa pun. Ojek online, taksi, angkutan umum semua seolah lenyap. Terutama saat hujan, waktu tunggunya bisa membengkak jadi dua hingga tiga jam. Setiap hari.
"Lalu, 'Tapi kamu masih kerasan di Jakarta?' 'Masih'," lanjut Cak Imin menirukan jawaban mereka.
Dari situ, dia menarik kesimpulan yang cukup pedas. Intinya, Jakarta sampai sekarang belum punya solusi nyata untuk urusan transportasi umum. Masalahnya dibiarkan begitu saja, berlarut-larut.
Di sisi lain, Cak Imin menyinggung soal janji-janji yang kerap terdengar. Katanya, ada yang bilang masalah ini baru bisa diatasi kalau sudah jadi presiden. Ada juga yang bilang tunggu si Hasbi maksudnya Hasbiallah Ilyas, Ketua PKB DKI yang jadi gubernur.
"Amin. Tapi semua nunggu, nunggu, karena itu PKB solusi Jakarta itu serius," tegasnya dalam acara peresmian kantor DPW PKB DKI Jakarta Timur, Minggu lalu.
Meski begitu, dia terlihat optimis dengan langkah kader partainya di ibu kota. Tema besar 'PKB Masa Depan Jakarta' dinilainya tepat dan keren. Bahkan, Cak Imin meyakini bahwa masa depan kota justru seringkali ada di tangan orang-orang yang selama ini dipinggirkan.
"Sudah jelas itu," katanya, lalu menyebut contoh. "Sudah pernah diserahkan pengusaha besar sukses, Pak Fauzi Bowo, orang kaya Jakarta. Ya gitu-gitu aja. Diserahkan Tionghoa namanya Ahok, ya begitu-begitu juga."
Pergantian pemimpin, rupanya, belum juga membawa perubahan mendasar. Masalah di Jakarta masih menumpuk. Mungkin, begitu kira-kira sindirannya, Jakarta memang sedang menunggu kader PKB untuk turun tangan.
"Siap-siap, belum tentu Hasbi saya juga nggak yakin Hasbi bisa. Tapi orang kalau diremehkan malah jadi loh. Tapi penampilannya memang nggak meyakinkan sih," candanya disambut tawa.
Namun begitu, dia punya keyakinan. Saatnya justru orang yang tak diperhitungkan yang akan membawa perubahan. Cak Imin lantas menyebut dua masalah berat Jakarta selain transportasi: banjir.
Logikanya sederhana tapi menusuk. "Banjir ini banjir itu jelas sumbernya satu kok bisa nggak bisa ngatasi? Bayangkan kalau masalahnya sumbernya banyak. Sumbernya cuma satu aja nggak bisa mengatasi. Cuma air aja kok," pungkasnya.
Pernyataan itu sekaligus menutup kritiknya yang blak-blakan, meninggalkan pertanyaan tentang siapa yang benar-benar sanggup mengurai benang kusut ibu kota.
Artikel Terkait
Hotel Borobudur Jakarta Luncurkan Program Rempah dan Budaya Ternate-Tidore Sambut Hari Bumi dan Waisak 2026
Polri Musnahkan Barang Bukti Narkoba Senilai Rp149 Miliar, Selamatkan 333.280 Jiwa
PMI Kota Tangerang Raih Akreditasi Paripurna, Wali Kota Apresiasi Kualitas Layanan Darah Berstandar Internasional
Cadangan Beras Nasional Tembus 5,2 Juta Ton, DPD Apresiasi Kebijakan Pangan Pemerintah