Sebuah video yang memperlihatkan pertengkaran antara pengemudi ojek online (ojol) dengan penumpangnya viral di media sosial. Keributan itu dipicu oleh dugaan praktik tarif liar yang mencapai Rp400 ribu untuk satu kali perjalanan. Perusahaan transportasi berbasis aplikasi, Gojek, langsung bergerak menelusuri kebenaran informasi tersebut.
Dalam unggahan yang beredar luas dan dikutip pada Senin (8/6/2026), pelanggan disebut hendak menggunakan jasa ojol dari kawasan Senayan menuju Bundaran HI, Jakarta Pusat. Pengunggah konten tersebut menyatakan bahwa sang penumpang tidak melakukan pemesanan melalui aplikasi, melainkan secara langsung di jalan.
Menurut keterangan yang beredar, awalnya pengemudi menyebutkan angka "lima puluh delapan" yang diduga sebagai tarif awal. Namun, setelah perjalanan berlangsung selama sekitar 20 menit, pengemudi mengubah pernyataannya. Ia kemudian mengatakan bahwa biaya yang dimaksud adalah "50 kali 8," yang jika ditotal mencapai Rp400 ribu. Perbedaan angka yang signifikan inilah yang memicu ketegangan antara kedua belah pihak.
Sementara itu, pihak manajemen Gojek Indonesia angkat bicara menanggapi kabar yang menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Mereka mengonfirmasi telah menerima laporan resmi dari pelanggan yang terlibat dalam insiden tersebut.
"Sebelumnya, kami telah menerima laporan dari customer yang bersangkutan dan saat ini sedang melakukan penelusuran lebih lanjut berdasarkan informasi yang tersedia," demikian bunyi pernyataan akun resmi Instagram @gojekindonesia saat membalas unggahan viral itu. Hingga berita ini diturunkan, proses investigasi internal masih terus berjalan untuk memastikan duduk perkara yang sebenarnya.
Artikel Terkait
Kemlu Pastikan Belum Ada WNI Jadi Korban Gempa Magnitudo 7,8 di Filipina
Gubernur Kaltim Keluhkan Pemangkasan Dana Transfer Daerah 30 Persen, Sebut Belanja Pegawai dan Layanan Publik Tertekan
Xi Jinjing Disambut Langsung Kim Jong Un di Pyongyang, Kunjungan Luar Negeri Pertama Sepanjang 2025
Ekonom Dipastikan Indonesia Belum Resesi Meski Rupiah Tertekan, Fundamental Dinilai Masih Kuat